Kemensos Gandeng Penjaga Harapan Produksi Film Sekolah Rakyat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kemensos Gandeng Penjaga Harapan Produksi Film Sekolah Rakyat Foto udara pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jambi di Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (9/6/2026).(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN )

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) berbareng platform Penjaga Harapan bekerja-sama memproduksi movie pendek berjudul Sekolah Rakyat sebagai upaya memperkenalkan program tersebut kepada masyarakat melalui pendekatan nan lebih humanis dan mudah dipahami.

Film berdurasi sekitar 25 menit itu bakal mengangkat perjalanan hidup seorang anak dari family miskin ekstrem nan berjuang memperoleh akses pendidikan. Cerita dikemas secara dramatik dengan menonjolkan perubahan hidup dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan nan dialami tokohnya.

Rencana produksi movie tersebut dibahas dalam audiensi antara perwakilan Kementerian Sekretariat Negara, tim imajinatif Penjaga Harapan, dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (23/6).

Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi film, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai nan diusung program Sekolah Rakyat kepada publik.

"Kami berambisi movie ini menjadi kerja berbareng untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat," ujar Doni.

Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan support penuh dari Kemensos. Menurutnya, movie tersebut kudu bisa memberikan akibat nyata dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah.

"Kalau ini kita mulai, kudu berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi gimana masyarakat bisa memandang bahwa negara datang dan memberi harapan," kata Agus Jabo.

Agus Jabo mengatakan Kemensos siap memberikan support selama proses produksi, termasuk penyediaan akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit-unit mengenai nan diperlukan.

Dalam kesempatan itu, dia kembali menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari family kurang mampu.

"Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi perangkat nan disediakan negara agar anak-anak dari family miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan," ujarnya.

Ia menjelaskan sebagian besar peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari family nan masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ialah golongan masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan. Melalui konsep boarding school, program tersebut diharapkan bisa mengatasi beragam halangan pendidikan, baik nan disebabkan aspek ekonomi, geografis, maupun sistem zonasi.

Sementara itu, Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menilai movie dapat menjadi jembatan komunikasi nan efektif antara kebijakan pemerintah dan masyarakat.

"Kami memandang movie ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan imajinatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan," kata Wildanshah.

Film Sekolah Rakyat bakal mengambil latar wilayah Cariu dan sekitarnya. Kisah nan diangkat menggambarkan kehidupan seorang anak nan sebelumnya kudu bekerja setiap hari untuk membantu ekonomi keluarga, sebelum akhirnya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Mengusung tema besar "dari gelap menuju terang", movie ini menyoroti angan baru bagi anak-anak dari family prasejahtera, akses pendidikan tanpa halangan ekonomi maupun zonasi, pembentukan karakter dan keterampilan, serta peran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

Selain jenis utama berdurasi sekitar 25 menit, tim produksi juga bakal menyiapkan trailer berdurasi 30 detik nan bakal disebarluaskan melalui beragam kanal publik, termasuk videotron.

Produksi movie dijadwalkan berjalan selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset serta konsultasi berbareng Kemensos dan organisasi perfilman. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan insan movie dalam menyosialisasikan program-program strategis pemerintah sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai jalan keluar dari kemiskinan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia