Jakarta -
Momen haru terjadi saat wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. Wisuda tersebut turut mengenang sosok Abdul Rohid, alumnus ITS nan meninggal bumi dalam pengabdiannya di Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah.
Wisuda digelar di gedung Graha ITS, Surabaya, Sabtu (18/4/2026). Keluarga Rohid nan datang sejak awal, telah tampak menitikan air mata sejak aktivitas dimulai dengan pembacaan doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat adik Rohid turut membawa sebuah foto sang kakak sebagai simbol kehadirannya di aktivitas wisuda itu. Sejatinya, Rohid diwisuda pada September 2025 lalu. Namun, dia memilih untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati menyampaikan rasa hormatnya terhadap Rohid. Dia mengatakan Rohid telah memeberikan kontribusi nan nyata semasa hidupnya.
"Pada kesempatan ini kami menghaturkan penghormatan serta penghargaan kepada almarhum nan telah memberikan kepada kita keteladanan untuk selalu berdedikasi, berkontribusi dan memberi akibat nan terbaik hingga akhir hayatnya," kata dia dalam sambutannya.
Penyerahan piagam Rohid sendiri diwakili oleh keluarganya. Ijazah diserahkan oleh rektor dan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
"Hadirin nan saya hormati, almarhum juga meninggalkan satu pesan, satu kemauan nan sederhana tetapi sangat dalam," kata Iftitah dalam sambutannya.
Rohid mempunyai kemauan untuk menyekolahkan adiknya hingga menjadi sarjana. Maka dari itu, pihaknya memberikan danasiwa kepada adik Rohid hingga jenjang sarjana.
"Dan kami mengapresiasi komitmen dari ITS nan bakal ikut menjembatani agar adiknya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ungkapnya.
Selain itu, Rohid juga mempunyai kemauan untuk memberangkatkan kedua orang tuanya melaksanakan ibadah umrah. Iftitah bakal membantu mewujudkan kemauan Rohid tersebut.
"Insyaallah kami bakal membantu memberangkatkan kedua orang tua almarhum untuk menunaikan ibadah umroh. Semua ini kami lakukan bukan sebagai balasan, lantaran jasa almarhum tidak bisa kami balas. Ini adalah corak penghormatan kita semua nan datang di ruangan ini atas cinta seorang anak kepada orang tuanya," pungkasnya.
(rdh/dek)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·