Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim di Kawasan Bersatu Lawan AS-Israel

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi instansi Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA via REUTERS

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar negara-negara Muslim di area untuk berasosiasi melawan Amerika Serikat dan Israel. Seruan ini disampaikannya setelah sekitar 6 bulan dimulainya perang Timur Tengah.

"Solusi untuk masalah-masalah negara-negara Islam adalah persatuan ucapan, persahabatan, dan kerja sama di jalan kebaikan," kata Mojtaba ketika umat Muslim Syiah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad, dikutip AFP, Minggu (30/8).

Mojtaba saat ini menduduki bangku pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, terbunuh di awal perang pada 28 Februari lalu. Namun, dia belum pernah muncul ke publik setelah duduk di bangku kekuasaan.

Mojtaba menyerukan kepada para penguasa negara-negara di area itu untuk "mengenali musuh sejati Anda, memahami rencananya, dan menghadapinya", merujuk pada AS dan Israel.

"Siapa pun, dalam posisi apa pun, nan melakukan sesuatu nan menyebabkan perpecahan di antara umat Muslim dan menciptakan bentrok dalam organisasi Muslim, baik disadari maupun tidak disadari, disengaja maupun tidak disengaja, telah melayani tujuan musuh-musuh Islam," tambahnya.

Selama perang, Iran menargetkan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Hubungan dengan negara-negara tersebut sejak saat itu memburuk.

Jejak rudal terlihat melintasi langit di atas Netanya, Rabu (8/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Foto: Jack Guez/AFP

Mojtaba juga menyerukan kepada para pejabat dan penduduk Iran untuk mengesampingkan perbedaan dan berasosiasi melawan Israel dan Amerika Serikat.

"Sekali lagi, nasihat hamba Tuhan ini kepada rakyat Iran adalah untuk tidak membiarkan perbedaan apa pun muncul di antara mereka dalam corak apa pun," kata dia.

"Saya dengan tegas menyatakan bahwa melakukan apa pun nan merugikan kohesi sosial dilarang," tuturnya.

Ia juga menyerukan pengurangan penggunaan dolar secara berjenjang dalam perekonomian Iran, sekaligus meningkatkan produksi dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setelah berbulan-bulan menghadapi blokade angkatan laut AS.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan