Mohon Maaf Warga RI Korban Bencana, Impian Punya Rumah Tetap Terancam

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengungkapkan keterbatasan anggaran berpotensi menghalang penyediaan kediaman bagi korban musibah di sejumlah wilayah Indonesia pada tahun 2027. Kebutuhan pembangunan rumah pascabencana dinilai jauh melampaui pagu nan tersedia saat ini.

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur menjelaskan alokasi anggaran rumah unik dalam pagu sugestif 2027 hanya sebesar Rp37,1 miliar. Dana tersebut hanya cukup untuk membangun sebagian mini kebutuhan kediaman pascabencana.

"Rumah unik alokasi Rp37,1 miliar hanya dapat mengakomodir 118 unit terutama di Pulau Haruku nan terdampak bencana," kata Fitrah dalam rapat berbareng Komisi V DPR RI, Kamis (25/6/2026).

Padahal pemerintah saat ini tetap kudu menyelesaikan beragam kebutuhan relokasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak musibah di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Sumatra.

"Anggaran nan kita siapkan untuk akibat musibah Gunung Lewotobi Laki-laki nan kita mulai tahun sekarang, tahun depan kami belum punya anggaran untuk menyiapkan. Padahal kebutuhan di Flores Timur akibat dampak Gunung Lewotobi Laki-laki itu adalah 2.072 unit," ujarnya.

Selain Flores Timur, kebutuhan pembangunan kediaman tetap pascabencana juga tetap diperlukan di sejumlah wilayah lain nan terdampak musibah alam dalam beberapa tahun terakhir.

"Kemudian juga nan Sumatra, huntap (hunian tetap) pascabencana nan Sumatra. Anggaran nan ada sekarang hanya Rp37,10 miliar, sementara kebutuhan pasca musibah nan terjadi di Sumatra dan NTT mencapai 18.104 unit," kata Fitrah.

Kebutuhan total anggaran untuk penyediaan rumah pascabencana mencapai sekitar Rp5,20 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding alokasi nan tersedia dalam pagu sugestif 2027.

"Yang kita butuhkan adalah Rp5,20 triliun untuk 18.104 unit terutama untuk tiga provinsi. Ini nan menjadi tantangan besar dalam penyediaan kediaman pascabencana ke depan," ujar Fitrah.

Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan tetap bakal terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo)Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan tetap bakal terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo) Foto: Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan tetap bakal terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News