Mitos dan Fakta: Apakah Perawatan Paliatif Hanya untuk Pasien Kanker Stadium Akhir?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Apakah Perawatan Paliatif Hanya untuk Pasien Kanker Stadium Akhir? Ilustrasi perawatan paliatif kanker.(Dok. Magnific)

SALAH satu kesalahpahaman nan paling umum di bumi medis adalah dugaan bahwa perawatan paliatif hanya diberikan kepada pasien kanker nan sudah tidak mempunyai angan sembuh alias sedang menghadapi fase sakaratul maut. Pandangan ini sering kali membikin pasien dan family merasa takut alias putus asa ketika master menyarankan jasa paliatif.

Namun, secara medis, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak. Perawatan paliatif kanker tidak terbatas pada pasien nan sudah tidak bisa sembuh. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai peran perawatan paliatif dalam beragam tahapan penyakit kanker.

1. Paliatif Bukan Berarti "Menyerah"

Perawatan paliatif adalah pendekatan medis nan konsentrasi pada peningkatan kualitas hidup pasien dan family nan menghadapi masalah mengenai penyakit nan menakut-nakuti jiwa. Fokus utamanya adalah pencegahan dan peredaan penderitaan melalui identifikasi dini, penilaian nan cermat, serta pengobatan nyeri dan masalah lainnya, baik fisik, psikososial, maupun spiritual.

Berbeda dengan perawatan hospis (hospice care) nan memang dikhususkan untuk pasien di akhir kehidupan (estimasi usia kurang dari 6 bulan), perawatan paliatif dapat diberikan berbarengan dengan pengobatan kuratif (pengobatan nan bermaksud untuk menyembuhkan).

2. Kapan Perawatan Paliatif Dimulai?

Para mahir onkologi dan organisasi kesehatan bumi (WHO) menyarankan agar perawatan paliatif dimulai sejak pemeriksaan kanker ditegakkan. Mengapa demikian? Karena pasien kanker sering kali mengalami indikasi bentuk dan tekanan emosional sejak hari pertama mereka mengetahui penyakitnya.

  • Stadium Awal: Paliatif membantu mengelola pengaruh samping kemoterapi alias radiasi, seperti mual hebat, kelelahan, dan nyeri pasca-operasi.
  • Stadium Lanjut: Paliatif konsentrasi pada pengendalian indikasi nan lebih kompleks dan membantu pasien tetap aktif serta berdikari selama mungkin.
  • Fase Terminal: Paliatif memastikan pasien merasa nyaman, bermartabat, dan bebas nyeri di sisa usianya.

3. Manfaat Integrasi Dini Perawatan Paliatif

Penelitian menunjukkan bahwa pasien nan menerima perawatan paliatif lebih awal berbarengan dengan pengobatan standar kanker condong mempunyai hasil nan lebih baik dibandingkan mereka nan hanya menjalani pengobatan kuratif saja. Manfaatnya meliputi:

Aspek Manfaat bagi Pasien
Fisik Manajemen nyeri nan lebih efektif dan pengurangan indikasi sesak napas alias mual.
Psikologis Mengurangi akibat depresi dan kekhawatiran akibat beban penyakit.
Kelangsungan Hidup Beberapa studi menunjukkan peningkatan nomor angan hidup lantaran kualitas hidup nan terjaga.

4. Perawatan Paliatif untuk Penyakit Non-Kanker

Penting untuk diketahui bahwa perawatan paliatif juga tidak hanya untuk pasien kanker. Pasien dengan penyakit kronis lainnya nan susah disembuhkan namun tetap bisa memperkuat hidup lama juga memerlukan jasa ini, seperti:

  • Gagal jantung kongestif.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  • Gagal ginjal kronis.
  • Penyakit saraf degeneratif seperti Parkinson alias Alzheimer.

Perawatan paliatif adalah sistem pendukung bagi pasien untuk hidup seaktif mungkin, terlepas dari apakah penyakitnya dapat disembuhkan alias tidak. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk untuk meminta jasa paliatif. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia