Mitos Bawang Merah Cegah Heatstroke: Penjelasan Medis dan Bahayanya

Sedang Trending 3 hari yang lalu
 Penjelasan Medis dan Bahayanya Ilustrasi.(Magnific)

DI tengah gelombang panas ekstrem nan melanda wilayah Asia Selatan, ada klaim tradisional mengenai faedah bawang merah untuk mencegah heatstroke kembali viral di media sosial. Namun, para mahir medis dan organisasi kesehatan bumi dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai misinformasi kesehatan nan berbahaya.

Mitos Bawang Merah dalam Kantong

Klaim nan beredar luas di India dan Pakistan menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi bawang merah dalam jumlah banyak alias apalagi sekadar mengantongi bawang mini saat beraktivitas di luar ruangan. Salah satu video nan diunggah oleh akun media sosial stasiun televisi di Pakistan pada Juni 2026 menyebut bahwa praktik ini adalah warisan leluhur nan efektif menjaga tubuh dari serangan panas.

Bahkan, pejabat publik di India sempat menyuarakan perihal serupa dalam sebuah video di platform X, nan memperlihatkan dirinya membawa bawang di saku sebagai corak perlindungan tradisional. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan praktisi kesehatan lantaran narasi tersebut justru dapat menakut-nakuti nyawa.

Peringatan Medis: Tidak ada bukti ilmiah nan menunjukkan bahwa membawa alias menyantap bawang merah dapat menurunkan suhu inti tubuh alias mencegah heatstroke saat terpapar panas ekstrem.

Bahaya Substitution Behaviour

Dr. Nadeem Ullah Khan, guru besar kedokteran darurat dari Aga Khan University Hospital, menjelaskan bahwa ancaman utama dari mitos ini bukanlah pada bawangnya, melainkan pada perubahan perilaku masyarakat (substitution behaviour).

Menurutnya, perseorangan nan percaya pada mitos ini condong merasa mempunyai perlindungan palsu. Akibatnya, mereka mungkin:

  • Mengurangi asupan cairan alias air minum.
  • Memperpanjang waktu paparan di luar ruangan pada jam-jam puncak panas (11:00–16:00).
  • Mengabaikan penggunaan busana pelindung alias tidak mencari tempat berteduh.

Fakta Mengenai Heatstroke

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Pakistan menegaskan bahwa heatstroke adalah kondisi darurat medis nan menakut-nakuti jiwa akibat kegagalan tubuh dalam mengatur suhu. Data menunjukkan bahwa nomor kematian mengenai panas telah melonjak signifikan dalam beberapa dasawarsa terakhir.

WHO menekankan bahwa akibat jelek panas ekstrem sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah nan terbukti secara ilmiah, bukan dengan pengobatan tradisional nan tidak teruji.

Langkah Pencegahan nan Benar Tindakan Darurat
Tetap di dalam ruangan saat jam terpanas. Segera hubungi ambulans jika seseorang pingsan.
Minum air secara teratur (hindari kafein/alkohol). Pindahkan korban ke tempat nan sejuk dan teduh.
Gunakan busana ringan, longgar, dan topi. Gunakan kompres dingin alias mandikan dengan air sejuk.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti peringatan cuaca resmi dan tidak mengandalkan pengobatan tradisional nan belum terverifikasi secara medis. Dalam kondisi suhu ekstrem nan bisa mencapai di atas 45 derajat Celsius, tindakan pencegahan nan tepat adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia