Moms, meningkatnya kasus cacar dan campak di Indonesia belakangan ini membikin banyak orang tua khawatir, terutama soal perawatan anak saat sedang sakit. Salah satu nan sering jadi perdebatan adalah larangan memandikan anak nan terkena cacar alias campak.
Banyak nan percaya bahwa mandi bisa memperparah kondisi kulit anak dan membikin proses pengobatan jadi lebih lama. Namun, benarkah demikian?
Mitos alias Fakta Anak Cacar dan Campak Tidak Boleh Mandi?
Dokter ahli dermatologi dan venereologi, dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINADV, menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Sebetulnya bukan lantaran cacar dan campaknya, tapi jika kondisi anak sedang disertai demam tinggi, sebaiknya tidak dimandikan dulu lantaran dikhawatirkan memicu syok. Namun, jika demam sudah turun, anak tetap boleh mandi,” jelasnya pada aktivitas launching Makuku Slim Luxury Silky beberapa waktu lalu.
Justru, menjaga kebersihan kulit tetap krusial selama anak sakit. Terlebih jika anak menggunakan obat oles seperti salep alias obat tabur, kulit perlu dibersihkan agar tidak menumpuk dan membentuk kerak.
“Membersihkannya seperti biasa, tidak ada langkah khusus. Karena cacar dan balang disebabkan oleh virus, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. nan penting, saat demam beri penurun panas dan pastikan kebutuhan vitamin anak terpenuhi,” tambahnya.
Untuk mandi, dr. July menyarankan menggunakan air suam-suam kuku agar tubuh anak tetap nyaman. Dan hindari menggunakan sabun antiseptik.
"Karena sabun antiseptik membikin kulit jadi haus dan kulitnya jadi tergerus hasilnya kulitnya jadi kering," kata dr. July
Jadi, Moms, anak dengan cacar alias balang tetap boleh mandi selama kondisinya memungkinkan. nan terpenting adalah memperhatikan suhu tubuh dan menjaga kebersihan kulit agar proses pengobatan melangkah optimal.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·