Jakarta -
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mendapat penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Mitigasi Risiko Lingkungan di Wilayah Operasional. TPAG secara aktif memberdayakan ekonomi masyarakat serta melakukan mitigasi akibat lingkungan untuk mencegah kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).
Program nan telah dilakukan sejak 2018 ini merupakan wadah kerjasama antara TAPG dan masyarakat desa untuk menjawab dua tantangan, ialah memperkuat fondasi ekonomi lokal dan menjaga lingkungan dari Karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat, DMPA menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa melalui sosialisasi dan kajian potensi desa secara partisipatif, pembentukan BUMDes sebagai mitra penggerak ekonomi lokal, serta penyediaan modal usaha, pembinaan, dan pendampingan unit upaya nan telah berjalan.
Dengan mendorong tumbuhnya unit upaya lokal, DMPA membuka ruang untuk diversifikasi ekonomi agar masyarakat setempat tidak hanya berjuntai pada sawit. Beberapa diversifikasi jenis upaya nan dilakukan pada tahun 2025, diantaranya adalah upaya perikanan, pertanian, peternakan, serta upaya jasa.
Sepanjang tahun 2025, TAPG melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui DMPA dengan mengembangkan 22 unit upaya baru, dan 19 unit upaya berkelanjutan. TAPG juga telah membentuk dan memfasilitasi 52 BUMDes. Dengan total 11.794 kepala family telah menerima faedah dari pemberdayaan ekonomi nan dilakukan oleh perusahaan.
Dari sisi lingkungan, konsentrasi mitigasi akibat lingkungan difokuskan pada pencegahan Karhutla nan memerlukan kewaspadaan bersama. TAPG menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, sehingga upaya pencegahan ini menjadi kesadaran kolektif. Upaya-upaya pencegahan Karhutla ialah melalui, sosialisasi ancaman kebakaran rimba kepada masyarakat desa binaan, pembentukan dan training rutin golongan Tani Peduli Api (KTPA), penyediaan sarana dan prasarana pencegahan serta penanganan kebakaran, penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta pemberian penghargaan Desa Bebas Karhutla (DBK) bagi desa nan sukses menjaga keamanan wilayahnya dari kebakaran. Pada tahun 2025, sebanyak 52 desa telah menerima sosialisasi program DMPA dan KTPA.
TAPG terus berkomitmen agar praktik upaya nan dilakukan selaras dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar di wilayah operasional untuk menciptakan nilai jangka panjang nan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Anugerah Ekonomi Hijau digelar oleh detikcom untuk mengapresiasi perusahaan, lembaga, dan organisasi nan berkomitmen terhadap keberlanjutan. Anugerah Ekonomi Hijau diberikan kepada korporasi, lembaga, maupun organisasi nan dinilai mempunyai kepedulian tinggi terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG).
Penghargaan ini diberikan berasas beragam program nan memberikan akibat sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta para pemangku kepentingan. Proses penilaian dilakukan oleh Komite Asesmen detikcom dengan menggunakan kajian kualitatif dari beragam inisiatif dan program nan dijalankan peserta, terutama dari sisi akibat serta komitmen terhadap keberlanjutan. (ach/hns)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·