Jakarta -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI menerima Anugerah Ekonomi Hijau untuk Konservasi Mangrove dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Penghargaan ini diberikan dalam gelaran Anugerah Ekonomi Hijau 2026 nan digelar detikcom hari ini di Menara Bank Mega, Kamis (3/9/2026).
Diketahui, BNI telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program konservasi mangrove nan mengintegrasikan perlindungan ekosistem dengan penguatan ekonomi lokal.
Melalui program BNI Berbagi, BNI menjalankan rehabilitasi area pesisir dengan melibatkan masyarakat dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis mangrove.
Selama delapan tahun terakhir, BNI telah mendukung penanaman sekitar 258.000 bibit mangrove di beragam wilayah, antara lain Mempawah, Kebumen, Kepulauan Seribu, Banyuwangi, dan Pamekasan. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga mendorong pemberdayaan golongan tani dan masyarakat lokal melalui pengembangan pembibitan mangrove, ekowisata, serta budidaya kepiting soka sebagai sumber penghasilan alternatif.
Pada tahun 2025, BNI melanjutkan program rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, nan mencakup area seluas 50 hektare dengan sekitar 150.000 bibit mangrove. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan agroforestry nan mengintegrasikan kegunaan ekologis mangrove dengan potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Selain memperkuat perlindungan area pesisir terhadap abrasi, banjir rob, dan akibat perubahan iklim, program ini juga mendukung peningkatan kapabilitas masyarakat dalam pengelolaan mangrove, pengembangan ekowisata, serta upaya berbasis sumber daya pesisir nan telah memberikan faedah kepada sekitar 5.037 pemangku kepentingan.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen BNI dalam mengintegrasikan konservasi ekosistem pesisir dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan nan memberikan faedah bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan." (igo/hns)
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·