Terzan 5 mungkin merupakan bagian fosil sisa dari pembentukan tonjolan galaksi Bima Sakti, dan terlihat dalam gambar komposit JWST–Hubble ini.(NASA/ESA/CSA/STScI/Giorgia Zullo dan Francesco Ferraro (Universitas Bologna)/Pengolahan Gambar: Alyssa Pagan (STScI))
SEBUAH gugus bintang berbentuk bola raksasa berjulukan Terzan 5 diduga kuat merupakan bagian dari struktur original nan membentuk pusat Galaksi Bima Sakti. Alih-alih menyatu dan membaur dengan materi galaksi lainnya, kumpulan bintang ini sukses memperkuat utuh sebagai "fosil" kosmis sejak masa awal kelahiran galaksi kita.
"Terzan 5 dapat memberikan bukti langsung nan dapat membantu menjelaskan gimana tonjolan pusat (bulge) terbentuk pada galaksi-galaksi di seluruh alam semesta," ujar Barbara Lanzoni dari University of Bologna, Italia, dalam sebuah pernyataan resmi. Lanzoni tergabung dalam tim astronom nan dipimpin oleh Giorgia Zullo dan Francesco Ferraro dalam meneliti Terzan 5 menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST).
Terzan 5 merupakan sebuah gugus bola (globular cluster) bermassa dua juta kali lipat dari mentari dengan tingkat kecerahan 800.000 kali lebih kuat. Terletak sekitar 18.800 tahun sinar di area tonjolan pusat Bima Sakti, gugus ini sempat luput dari pandangan lantaran terhalang oleh debu galaksi nan sangat tebal, hingga akhirnya pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh astronom Agop Terzan.
Secara umum, gugus bola dikenal sebagai objek antik nan melahirkan seluruh bintangnya dalam satu gelombang waktu nan sama, sehingga rata-rata bintang di dalamnya berumur 12 hingga 13 billion tahun. Namun, pengamatan awal Teleskop Hubble pada tahun 2009 dan 2016 mendeteksi keanehan pada Terzan 5, nan kedapatan mempunyai dua generasi bintang berbeda dengan usia 12,5 miliar dan 4,7 miliar tahun.
Berkat ketajaman sensor inframerah dekat milik JWST nan bisa menembus kabut debu tebal, misteri ini akhirnya terkuak lebih dalam. "Pengamatan inframerah dekat nan baru dari Webb, nan disilangkan dengan arsip info pengamatan Hubble, telah memberi kita gambaran nan jauh lebih jelas tentang sejarah Terzan 5," kata Giorgia Zullo, pemimpin penelitian sekaligus mahasiswa doktoral di University of Bologna.
Secara mengejutkan, JWST mendeteksi dua generasi bintang tambahan nan masing-masing lahir pada 3,8 miliar dan 2,5 billion tahun lalu. Temuan total empat generasi bintang dalam satu gugus bola merupakan kejadian nan sangat langka dan susah dijelaskan dengan teori konvensional. Kondisi unik inilah nan membikin para peneliti berkesimpulan bahwa Terzan 5 bukanlah gugus bola biasa, melainkan blok gedung primordial Bima Sakti nan kandas terasimilasi sepenuhnya.
"Karena suatu alasan, gumpalan bintang nan asing ini terbentuk secara terpisah dari tonjolan pusat (bulge) dan tidak hancur saat tonjolan itu sendiri terbentuk," tambah Francesco Ferraro. "Terzan 5 adalah apa nan sekarang kami sebut sebagai bagian fosil tonjolan pusat galaksi lantaran dia menyerupai gumpalan primordial nan berkontribusi pada pembentukan tonjolan tersebut."
Riset nan dipresentasikan dalam pertemuan ke-248 American Astronomical Society di Pasadena ini sekarang mendorong para astronom untuk memeriksa sekitar 40 hingga 50 gugus bola lainnya di pusat galaksi. Langkah ini diambil guna memastikan apakah ada bagian fosil purba lain nan berlindung di jantung Bima Sakti. Hasil studi mengenai pengamatan JWST ini juga telah resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah Astronomy & Astrophysics. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·