Misteri Sinyal Radio Luar Angkasa Selama 20 Tahun Akhirnya Terungkap!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Misteri Sinyal Radio Luar Angkasa Selama 20 Tahun Akhirnya Terungkap! Skema ASKAP J1745-5051 menunjukkan katai putih kompak di jantung kumpulan garis medan magnet, dan aliran materi nan mengalir ke arahnya dari katai merah pendampingnya, nan juga mempunyai medan magnet.(Carl Knox (OzGrav/Swinburne) dan Dr. Joshua Preston Pritchard (CSIRO))

TEKA-teki mengenai asal-usul sinyal radio misterius dari luar angkasa nan membingungkan para astronom selama lebih dari 20 tahun akhirnya terpecahkan. Sinyal berdurasi panjang tersebut rupanya berasal dari tumbukan medan magnet antara bintang katai putih (white dwarf) dan bintang katai merah (red dwarf) nan bertetangga.

Sinyal nan dikenal sebagai long-period radio transients ini pertama kali ditemukan pada tahun 2005. Berbeda dengan objek luar angkasa lain nan biasanya melepaskan gelombang radio hanya dalam hitungan detik, kejadian langka ini memancarkan gelombang radio dalam lama menit hingga lebih dari satu jam.

Awalnya, para intelektual menduga sinyal tersebut berasal dari magnetar, ialah bintang berdebar (pulsar) dengan medan magnet nan sangat kuat. Namun, penelitian terbaru nan dipimpin Kovi Rose dari Universitas Sydney menggunakan teleskop radio Australian SKA Pathfinder (ASKAP), membuktikan bahwa sistem bintang dobel simbiotik (symbiotic binaries) adalah dalang di kembali kejadian ini.

Sistem bintang dobel tersebut dikatalogkan sebagai ASKAP J1745-5051. Sistem ini melibatkan bintang katai putih berukuran sebesar Bumi namun bermassa setara matahari, nan secara aktif menyedot materi dari bintang katai merah tetangganya.

"Sinyal radio berdurasi panjang telah membingungkan para astronom selama bertahun-tahun," kata Rose, nan merupakan mahasiswa pascasarjana, dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang kita telah sukses menunjukkan bahwa sumber dari salah satu sinyal transient ini berasal dari bintang katai putih nan secara aktif menarik material dari bintang pendampingnya."

Benturan Magnet Berkecepatan Tinggi

Keunikan dari ASKAP J1745-5051 tidak hanya menghasilkan kilatan radio berdurasi panjang, tetapi juga memancarkan ledakan sinar-X. Menariknya, puncak kedua sinyal tersebut tidak terjadi bersamaan.

"Emisi-emisi ini semuanya terikat pada aktivitas orbit sistem tersebut," ujar Rose. "Namun menariknya, sinyal radio dan sinar-X tidak memuncak pada saat nan sama, nan memberi tahu kita bahwa mereka diproduksi di wilayah sistem nan berbeda."

Sinar-X tercipta ketika materi dari katai merah berputar mendekati katai putih. Gesekan ekstrem akibat gravitasi memanaskan materi tersebut hingga jutaan derajat dan memicu radiasi sinar-X.

Sementara itu, sinyal radio tercipta lantaran hubungan medan magnet kedua bintang. Keduanya saling mengorbit dalam waktu singkat, ialah hanya 1,4 jam. Karena jalurnya berbentuk elips, ada momen di mana kedua bintang berada pada posisi sangat dekat. Saat itulah medan magnet keduanya berbenturan, melepaskan partikel bermuatan nan menghasilkan radiasi radio sinkrotron.

Menjadi Kunci Pembuka Misteri Lain

Meskipun temuan nan diterbitkan di jurnal Nature Astronomy pada 1 Juni ini sukses menjelaskan sistem ASKAP J1745-5051, kejadian ini belum tentu menjadi jawaban bagi semua sinyal radio serupa di alam semesta. Namun, Rose optimistis hasil riset ini bakal menjadi pedoman krusial bagi astronom di masa depan.

"Sistem ini memberi kita langkah untuk mendecode sinyal-sinyal tersebut," kata Rose. "Ini bisa membantu kita menentukan apakah sinyal berdurasi panjang lainnya lebih mirip dengan pulsar alias sistem katai putih, bertindak seperti Batu Rosetta bintang." (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia