Misteri Evolusi 50 Juta Tahun Terpecahkan Lewat Penemuan Fosil Mikroskopis di Tiongkok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Misteri Evolusi 50 Juta Tahun Terpecahkan Lewat Penemuan Fosil Mikroskopis di Tiongkok Penemuan fosil bryozoan berumur 520 juta tahun di Tiongkok sukses memecahkan teka-teki evolusi. Ternyata, hewan ini tidak terlambat dalam ledakan Kambrium.(Zhifei Zhang)

SEBUAH teka-teki besar nan membingungkan para paleontolog selama puluhan tahun akhirnya terpecahkan. Penemuan fosil mikroskopis di wilayah selatan Provinsi Shaanxi, Cina, sukses mengisi kekosongan silsilah family hewan purba nan sempat lenyap dari catatan sejarah bumi selama 50 juta tahun.

Fosil nan digali dari batu kapur Formasi Xiannüdong tersebut berasal dari masa sekitar 520 million tahun lalu. Makhluk purba ini diidentifikasi sebagai bryozoan, sejenis hewan air berukuran mini nan hidup berkoloni dan menyaring makanan melalui jaring-jaring selnya.

Sebelum penemuan ini, bryozoan menjadi satu-satunya golongan hewan besar nan tampak tidakhadir dari peristiwa "Ledakan Kambrium". Sebuah periode ketika kebanyakan filum hewan modern pertama kali muncul secara masif di lautan. Padahal, studi DNA pada jenis modern menunjukkan bryozoan semestinya sudah berevolusi sejak awal masa tersebut. Ketidaksesuaian antara info genetik dan catatan fosil ini terus menjadi perdebatan hangat di kalangan intelektual selama puluhan tahun.

Terobosan krusial ini dipimpin oleh Baopeng Song dari Northwest University (NWU), Cina, berbareng tim internasionalnya. Mereka sukses menemukan koloni bryozoan purba nan terawetkan secara luar biasa dalam corak tiga dimensi. Tidak hanya satu, mereka menemukan dua jenis sekaligus, Protomelission gatehousei dan jenis baru nan dinamai Dayingomelission hexaclitia.

Keistimewaan dari fosil berukuran sepertiga milimeter ini terletak pada tingkat pelestariannya. Jaringan lunak hewan nan biasanya hancur termakan waktu, justru membatu menjadi fosfat di dalam cangkang aslinya, membentuk pola sarang lebah segi enam nan rumit.

“Ini bukan sekadar struktur awal nan sederhana; mereka adalah koloni modular nan kompleks,” ujar Song. Desain kerangka dan anatomi internal fosil ini secara absolut membuktikan bahwa mereka adalah bryozoan sejati, sekaligus mematahkan beragam teori tandingan sebelumnya.

Penemuan ini juga menjawab argumen kenapa fosil hewan ini sangat susah ditemukan sebelumnya. Sebagian besar situs purba dari era Kambrium terbentuk di perairan dalam nan tenang. Sementara itu, koloni bryozoan ini rupanya hidup di terumbu karang dangkal nan bermandikan sinar matahari, sebuah lingkungan nan sangat jarang bisa mengawetkan jaringan lunak makhluk hidup hingga menjadi fosil. Dengan temuan ini, para intelektual sekarang mempunyai arah baru untuk berburu fosil di area terumbu karang dangkal di seluruh dunia. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia