Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat mulai tak lagi menjual MinyaKita, di tengah kenaikan nilai minyak goreng premium nan belum berakhir. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026), tidak ditemui pedagang nan menjajakan MinyaKita, hanya terlihat beberapa merek minyak goreng premium dan juga terlihat minyak goreng curah nan dijual pedagang.
Minah, salah satu pedagang mengatakan tak menjual lagi MinyaKita lantaran persyaratan untuk menjual MinyaKita tak mudah. Selain itu, Ia juga tidak berani menjual di atas nilai satuan tertinggi (HET), jika Ia tetap menjual MinyaKita.
"MinyaKita kami enggak jual ya, alasannya ya lantaran ribet jualnya, kudu ada persyaratan tertentu, terus juga lantaran kami enggak berani jual di atas HET terlalu jauh, jika kami jual di nilai HET, ya kami enggak dapat untung lah," kata Minah saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).
Selain lantaran argumen persyaratan nan tak mudah, pasokan di tingkat produsen juga cukup langka, sehingga Ia memilih untuk tidak menjual MinyaKita.
"Pasokan nan lagi langka ya hanya MinyaKita, tapi jika minyak goreng lain sih, aman-aman saja," terang Minah.
Sementara itu Bagus, pedagang lainnya mengungkapkan nilai MinyaKita nan juga sedang naik membikin pembeli lebih selektif. Bahkan, selisih nilai MinyaKita nan tak jauh dari minyak goreng merek second brand lainnya, membikin pembeli mulai berpikir-pikir untuk membeli MinyaKita.
Alhasil, lantaran jumlah pembeli MinyaKita mulai berkurang, dirinya sekarang tidak menjual MinyaKita.
"Enggak lagi jual MinyaKita, harganya sudah mendekati merek lain seperti merek Fitri dan lain-lain, kemarin sempat Rp20.000-an, pembeli jadi mikir-mikir buat beli MinyaKita. Karena makin berkurang nan beli MinyaKita, jadi saya enggak jual dulu MinyaKita," kata Bagus.
Selain lantaran harga, pasokan nan sedikit dan persyaratan untuk menjual MinyaKita cukup ribet, menjadi argumen lain pihaknya hanya menjual minyak goreng selain MinyaKita.
"Lagi langka juga, tahun lampau bisa dapetin 10 buah, sekarang susah," jelasnya.
Alhasil, dirinya lebih memilih untuk menjual minyak goreng merek lain, nan harganya jauh lebih mahal.
Foto: Minyak Goreng Minyakita. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
"Saya jual minyak goreng nan pasti-pasti saja dah, nan dapetinnya gampang, dan dijual juga gampang, walaupun nan beli minyak goreng juga lagi turun," ujarnya.
Menurut penelurusan CNBC Indonesia, tidak ditemukan Minyakita pada pedagang di Pasar Senen. Sebagai gantinya, pedagang justru menjual minyak curah dengan nilai Rp23.000 per kg dan sejumlah minyak goreng merek lain, sebagai berikut:
- Sunco 2 liter:Rp46.000
- Tropical 2 liter: Rp45.000
- Tropical 1 liter: Rp24.000
- Sania 2 liter: Rp43.000
- Bimoli 2 liter: Rp43.000
- Kunci Mas 2 liter: Rp43.000
- Fitri 800 ml: Rp20.000
- Minyak goreng curah 1 kg: Rp23.000.
Sebagai catatan, Kementerian Perdagangan telah merilis Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Salah salah satu nan diatur ialah minimal 35% dari realisasi pemenuhan kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation) melalui Bulog dan BUMN Pangan.
Sementara itu, dalam Permendag 43 Tahun 2025 mengatur persyaratan administratif bagi pelaku upaya nan berperan-serta dalam program MGR dan menggunakan merek MINYAKITA. Badan upaya kudu mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), sebagai berikut:
- Produsen: Wajib mempunyai KBLI 10437 (Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit) dan izin upaya nan berlaku.
- Pengemas: Wajib mempunyai KBLI 82920 (Jasa Pengemasan) dan 46315 (Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati), alias KBLI 10437 (Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit).
Sementara itu, Pemerintah juga mengatur penjualan di tingkat ritel untuk melindungi konsumen. Pengecer mempunyai tiga tanggungjawab utama:
- Menjual MGR dengan nilai di bawah alias sama dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
- Mematuhi pembatasan jumlah penjualan (rationing) nan ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
- Wajib memasang info mengenai HET nan mudah terlihat oleh konsumen di tempat usaha.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·