
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold. (Foto: Instagram/socceroos)
DUBAI – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Irak, Graham Arnold, secara terbuka meminta support FIFA untuk menjadwalkan ulang laga playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 mendatang. Situasi bentrok nan memanas antara Amerika Serikat dan negara tetangga, Iran, telah melumpuhkan persiapan skuad berjuluk Lions of Mesopotamia tersebut dalam upaya mereka mengejar tiket putaran final pertama sejak 1986.
Irak dijadwalkan menghadapi pemenang antara Suriname alias Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret. Namun, rencana tersebut acak-acakan setelah wilayah udara Irak ditutup dan baru direncanakan dibuka kembali pada 1 April, tepat sehari setelah agenda pertandingan berlangsung.
Kondisi ini membikin Arnold kesulitan membawa keluar para pemainnya nan kebanyakan merumput di liga domestik. Jadi, lantaran argumen itulah Arnold meminta FIFA untuk menunda laga playoff Timnas Irak.
1. Skuad Lumpuh Akibat Penutupan Wilayah Udara
Masalah utama nan dihadapi Arnold adalah kebenaran bahwa sekitar 60 persen pemain intinya tetap tertahan di dalam negeri. Tidak hanya pemain, staf kepelatihan termasuk translator sekaligus mantan pemain Sydney FC, Ali Abbas, juga belum bisa terbang meninggalkan Irak.
Agenda pemusatan latihan nan semestinya digelar di Houston terpaksa ditunda lantaran ketidakpastian visa dan akses perjalanan. Arnold pun mengusulkan agar laga tersebut digeser ke jendela waktu seminggu sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Timnas Irak lolos ke playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 @IraqNT_EN
Saranya bisa memberikan ruang bagi timnya melakukan persiapan nan layak di Amerika Serikat. Begitu juga memberikan waktu bagi FIFA jika sewaktu-waktu Iran memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026.
"Tolong bantu kami, lantaran saat ini kami berjuang keras hanya untuk membawa pemain keluar dari Irak. Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan, itu memberi kami waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Graham Arnold kepada AAP nan dikutip dari ESPN, Senin (9/3/2026).
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·