Jakarta - Suasana haru menyelimuti family korban kecelakaan bus ALS nan menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu family korban, Hambali (43), mengungkap anak beserta family kecilnya hendak merantau tetapi menjadi korban kecelakaan tersebut.
Hambali mengatakan di dalam bus nahas tersebut ada anaknya Agustina Maharani (24), menantunya Aldi Setiawan (26), dan cucunya Bela berumur satu tahun delapan bulan. Ia mengungkap niat awal anaknya mau merantau.
"Mereka ini mau pergi ke Pekanbaru Riau, untuk merantau bekerja di kebun sawit diajak family di sana," ujarnya, dilansir detikSumbagsel, Jumat (8/5/2026).
Menurut Hambali, sebelumnya Aldi bekerja di kampung serabutan. Lalu, dia diajak family untuk mengadu nasib bekerja di kebun sawit, Pekanbaru Riau.
"Baru dua hari membangun rumah, saya bantu - bantu membeli material, rupanya mereka bilang mau pergi merantau ke Pekanbaru untuk bekerja disana,"ujarnya.
Setelah itu, pada hari Minggu (3/5/2026) mereka membeli tiket bus Handoyo tapi rupanya ketinggalan. Lalu Senin juga tetap belum berangkat, Selasa malam tetap belum berangkat.
"Jadi berangkat Selasa pagi. Mereka diantar besan saya. Tiba-tiba saya lihat di buletin dan media sosial bus ALS kecelakaan, saya cek nomor busnya dan rupanya itu bus nan ditumpangi Rani dan suami serta cucu saya," katanya sedih.
Sejak mendengar berita bus ALS terbakar terbakar setelah berbenturan dengan truk tangki minyak pada Rabu (6/5/2026), Hambali berbareng besan dan saudaranya berangkat dari Desa Talang Kangkung, Kecamatan Way Tubasri, Kabupaten Waykanan, Lampung ke posko family korban.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/whn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·