Militer AS Sita Tanker Minyak Iran Skywave di Samudra Hindia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Militer AS Sita Tanker Minyak Iran Skywave di Samudra Hindia Ilustrasi.(Magnific)

MILITER Amerika Serikat melakukan operasi penyitaan terhadap satu kapal tanker minyak nan mengenai dengan Iran di Samudra Hindia pada Selasa (19/5/2026) malam. Operasi ini berjalan di tengah situasi panas saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran.

Kapal tanker berjulukan Skywave tersebut diketahui mengangkut minyak Iran dan masuk dalam daftar hukuman AS sejak Maret lalu. Berdasarkan info pelayaran nan dilaporkan oleh Wall Street Journal, kapal tersebut sempat berlayar di sebelah barat Malaysia pada hari Selasa sebelum akhirnya disita oleh otoritas AS.

Muatan Satu Juta Barel Minyak Mentah

Kapal Skywave diyakini membawa lebih dari satu juta barel minyak mentah nan berasal dari Pulau Kharg, Iran. Penyitaan ini menandai setidaknya kali ketiga AS mengambil tindakan tegas terhadap kapal tanker minyak sejak dimulai tindakan keras terhadap armada gambaran (shadow-fleet vessels) nan mempunyai hubungan dengan Teheran.

Operasi itu dilakukan nyaris berbarengan dengan dinamika di Gedung Putih yakni Presiden Trump sempat bersiap meluncurkan serangan udara. Namun, Trump akhirnya membatalkan rencana tersebut setelah ada permohonan dari sekutu-sekutu AS di Teluk Persia.

Pernyataan Presiden Donald Trump:

"Sepertinya ada kesempatan nan sangat baik bahwa mereka (Iran) bisa menyelesaikan sesuatu. Jika kita bisa melakukannya tanpa kudu mengebom mereka habis-habisan, saya bakal sangat senang," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Diplomasi di Ambang Perang

Trump mengungkapkan bahwa dirinya hanya berjarak satu jam dari pemberian otorisasi serangan sebelum akhirnya memutuskan untuk menunda. Pejabat Iran dilaporkan mengirimkan draf persyaratan baru untuk kesepakatan tenteram sesaat sebelum serangan direncanakan dimulai.

Sekutu-sekutu AS meminta penundaan serangan selama dua hingga tiga hari lantaran mereka merasa kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat. Meski demikian, Trump tetap memberikan peringatan keras melalui media sosial Truth Social dengan menyatakan bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk segera bertindak.

Ancaman terhadap Gencatan Senjata

Ketegangan ini menakut-nakuti keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata nan dicapai pada April lalu. Trump menakut-nakuti selama berminggu-minggu untuk membatalkan kesepakatan tersebut jika Iran tidak menunjukkan itikad serius dalam negosiasi baru.

Meskipun Trump menyebut jarak negosiasi saat ini sebagai perkembangan nan sangat positif, ia tetap waspada mengingat pengalaman sebelumnya bahwa kesepakatan nan tampak dekat sering kali berhujung buntu. Situasi di Samudra Hindia dan Selat Hormuz tetap menjadi titik perhatian utama keamanan dunia seiring dengan meningkatnya kehadiran militer AS di wilayah tersebut. (Daily Express/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia