
Microsoft kembali menghadirkan sejumlah peningkatan keamanan untuk Microsoft Edge for Business, nan mana merupakan browser nan ditujukan untuk kebutuhan perusahaan dan organisasi.
Nah menariknya, salah satu fitur baru nan paling mencuri perhatian adalah hadirnya model AI berbasis Computer Vision nan bisa mendeteksi konten rawan langsung dari tampilan layar pengguna.
Jadi kawan kawan, berbeda dengan sistem keamanan browser pada umumnya nan mengandalkan reputasi website alias URL, fitur baru ini bekerja dengan langkah menganalisa apa nan sedang tampil di layar secara langsung.
AI Kini Bisa Mendeteksi Scareware
Nah salah satu ancaman nan mau diatasi Microsoft adalah scareware, ialah laman web tiruan nan menampilkan peringatan keamanan seolah-olah komputer pengguna telah terinfeksi virus, lampau memaksa pengguna menghubungi nomor tertentu alias mengunduh aplikasi tertentu.

Untuk pengguna nan mengerti teknologi sih harusnya Scareware ini tidak bakal bekerja, tapi gimana jika para orang tua nan apalagi bikin email pun tidak bisa, jelas mendapati pesan menakutkan nan menakut-nakuti bakal membikin panik seketika.

Nah dengan model AI nan melangkah secara lokal (on-device), Edge nantinya dapat mengenali pola tampilan semacam ini tanpa kudu berjuntai pada database URL berbahaya.
Artinya, sekalipun sebuah situs belum terindentifikasi sebagai berbahaya, Edge tetap dapat memberikan perlindungan andaikan AI mendeteksi tampilan nan mencurigakan.
Bagaimana Dengan Privacy Pengguna?
Nah lantaran seluruh proses dilakukan secara lokal, Microsoft juga menegaskan bahwa info layar pengguna tidak dikirim ke cloud.
Namun tentu ada konsekuensinya, lantaran fitur ini memerlukan sumber daya perangkat, oleh lantaran itu Microsoft hanya mengaktifkannya secara default pada perangkat nan mempunyai minimal RAM 2 GB dan prosesor dengan empat inti (4-core CPU), jika tidak memenuhi syarat tersebut, fitur bakal dinonaktifkan secara default.
Peningkatan Lain di Edge for Bussiness
Selain perihal nan sudah kita telaah diatas, Microsoft juga memperluas kebijakan keamanan untuk penggunaan AI di lingkungan perusahaan.
Melalui integrasi dengan Microsoft Purview, pengurus sekarang dapat membatasi penggunaan jasa AI nan tidak disetujui perusahaan (shadow AI). Jika pengguna mencoba menggunakan jasa AI di luar kebijakan organisasi, Edge dapat mengarahkannya ke jasa resmi seperti Microsoft 365 Copilot.

Tujuannya tentu untuk mencegah info sensitif perusahaan keluar ke jasa AI publik nan tidak dikelola organisasi.
Selain itu, Microsoft juga menghadirkan peningkatan pada fitur Data Loss Prevention (DLP) dimana Administrator sekarang dapat mengatur beragam pembatasan seperti melarang download file ke perangkat lokal, membatasi copy paste dari aplikasi alias letak tertentu dan lainnya.
Secara umum, jika kita lihat perkembangan ini Microsoft tampaknya semakin serius menjadikan Edge bukan sekadar browser, tetapi juga sebagai salah satu lapisan keamanan utama di lingkungan kerja.
Untuk lebih jelasnya sih Anda bisa tonton video penjelasannya berikut :
Nah mantap bukan?, nah apakah organisasi tempat Anda bekerja memanfaatkan jasa ini? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
Next Post
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·