Sebagai pengguna elementary OS, ada satu perihal nan cukup membingungkan bagi saya, dimana Microsoft Edge sudah dipin di Dock, tetapi ketika dibuka, aplikasi tersebut tidak menggunakan ikon nan sudah ada dan justru sebaliknya, Edge justru membikin ikon baru di sampingnya.

Sementara itu, Google Chrome dan Firefox melangkah normal tanpa ada masalah. Lalu kenapa hanya Microsoft Edge? Apakah ini memang bug?
Awalnya saya juga mengira penyebabnya sama seperti beberapa kasus lama di Linux, ialah ketidakcocokan WM_CLASS dengan file launcher (.desktop), nah dugaan tersebut cukup masuk logika lantaran pada desktop berbasis X11, Dock bakal mencocokkan nilai WM_CLASS dengan launcher aplikasi dan jika keduanya tidak sama, sistem bakal menganggap jendela tersebut sebagai aplikasi nan berbeda sehingga membikin ikon baru di Dock.
Namun setelah dilakukan investigasi lebih dalam, rupanya kasus kali ini berbeda.
Bukan Lagi Masalah WM_CLASS
Jadi, Elementary OS 8 secara default sudah menggunakan Wayland, bukan X11. Pada Wayland, konsep WM_CLASS sebenarnya sudah tidak lagi digunakan untuk mencocokkan aplikasi dengan launcher. Sebagai gantinya, aplikasi menggunakan Wayland App ID (xdg_toplevel.set_app_id).
Untuk memastikan perihal tersebut, saya melakukan beberapa pengujian, di antaranya:
- Memeriksa file microsoft-edge.desktop.
- Memastikan tidak ada launcher dobel di direktori pengguna.
- Memastikan App ID nan dikirim Microsoft Edge.
- Membandingkan launcher Microsoft Edge dengan Google Chrome.
- Mencoba menjalankan Edge menggunakan XWayland.
- Menonaktifkan StartupNotify.
- Melihat log sistem saat Edge dijalankan.

Hasilnya cukup mengejutkan, Microsoft Edge rupanya sudah mengirim App ID nan benar:
xdg_toplevel.set_app_id("microsoft-edge")Launcher nan digunakan juga sudah benar, ialah microsoft-edge.desktop, tanpa ada launcher salinan ataupun konfigurasi nan salah.
Lalu Kenapa Chrome Normal?
Yang menarik, Google Chrome mempunyai struktur launcher nan nyaris identik dengan Microsoft Edge. Bahkan App ID, launcher, ikon, hingga langkah instalasinya juga tidak menunjukkan perbedaan nan berarti.
Namun hanya Microsoft Edge nan membikin ikon baru di Dock, nah perihal ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan berasal dari konfigurasi launcher ataupun App ID, melainkan kemungkinan besar berasal dari hubungan antara Microsoft Edge dengan Dock milik Pantheon saat melangkah di Wayland.

Jadi Ini Bug?
Berdasarkan seluruh pengetesan nan dilakukan, jawabannya kemungkinan besar iya, lantaran semua kemungkinan penyebab umum sudah sukses dieliminasi, mulai dari :
- App ID Wayland sudah benar.
- Launcher .desktop sudah benar.
- Tidak ada launcher ganda.
- Ikon launcher sudah sesuai.
- Startup notification tidak berpengaruh.
- Google Chrome melangkah normal pada sistem nan sama.
Dengan begitu, besar kemungkinan ini merupakan bug kompatibilitas antara Microsoft Edge jenis terbaru dengan Pantheon Dock pada sesi Wayland di elementary OS.
Menariknya, sebelumnya Microsoft Edge di Linux juga pernah mengalami beberapa bug lain setelah pembaruan tertentu. Jadi bukan tidak mungkin masalah ini juga merupakan regresi nan baru muncul pada jenis terbaru.
Baca juga: Bug Microsoft Edge 146 di Elementary OS nan Saya Pakai – Windows Control Glitch
Apakah Ada Solusi?
Untuk saat ini, sayangnya belum ada solusi nan betul-betul efektif, beberapa solusi nan biasanya digunakan pada kasus serupa, seperti:
- Menambahkan StartupWMClass.
- Mengubah launcher .desktop.
- Menonaktifkan StartupNotify.
- Memaksa Edge menggunakan XWayland.
Semua itu rupanya tidak memberikan perubahan pada sistem nan saya gunakan. Karena itu, untuk saat ini saya lebih menyarankan jika Anda mengalami perihal nan sama sekaligus pengguna Elementary OS, untuk menunggu pembaruan dari Microsoft Edge ataupun elementary OS nan kemungkinan bakal memperbaiki masalah ini di masa mendatang. (mungkin).
Nah jadi intinya sih dengan semua troubleshoot nan saya coba ini, kemungkinan besar kita jadi tahu bahwa masalah tersebut bukan berasal dari konfigurasi launcher nan salah, melainkan merupakan bug kompatibilitas pada penerapan Wayland antara Microsoft Edge dan Pantheon Dock.
Tapi apakah Anda punya pengalaman nan sama? komen dibawah guys, mungkin ada saran tambahan, mengingat saya sangat suka dengan OS ini dan Edge sudah jadi browser utama saya selama beberapa waktu ini.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·