Liputan6.com, Jakarta - Berita metro sepekan mengenai Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta bakal mengawasi ketat pengolahan pangan nan memanfaatkan ikan sapu-sapu.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menyatakan langkah ini disiapkan di tengah kekhawatiran penggunaan ikan tersebut dalam produk olahan seperti Siomay.
Sebenarnya, kata dia, pengawasan terhadap pelaku upaya bimbingan Pemprov DKI Jakarta sejauh ini telah dilakukan secara ketat. Termasuk dari aspek kebersihan hingga kehalalan produk.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk berbobot guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut penemuan tersebut merujuk pada Brasil, nan mengolah ikan sapu-sapu menjadi beragam bahan, termasuk arang.
Menurut dia, temuan tersebut menjadi pengganti solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta nan selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu nan dilakukan Pemprov DKI Jakarta tetap mempunyai kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan nan dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Berita lain nan terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah mengenai sebuah pikulan kota (angkot) ludes dilalap si jago merah di dekat instansi kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Di kembali kebakaran itu, ada cerita miris.
Pengemudinya rupanya disiram bensin lampau dibakar hidup-hidup. Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengungkap, korban S (52), menderita luka bakar serius akibat kejadian ini.
Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial P (38) nekat membakar korban usai cekcok soal antrean angkot. Kejadian bermulai saat korban sedang giliran untuk mengangkut penumpang. Pelaku tiba-tiba menyela antrean hingga ditegur.
Berikut deretan buletin metro nan paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:
1. Produsen Makanan di Jakarta Bakal Diawasi Ketat, Ketahuan Pakai Ikan Sapu-sapu Bakal Ditindak
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta bakal mengawasi ketat pengolahan pangan nan memanfaatkan ikan sapu-sapu.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyatakan langkah ini disiapkan di tengah kekhawatiran penggunaan ikan tersebut dalam produk olahan seperti Siomay.
“Iya (akan ada penindakan khusus),” kata Hasudungan kepada Liputan6.com, Senin 20 April 2026.
Sebenarnya, kata dia, pengawasan terhadap pelaku upaya bimbingan Pemprov DKI Jakarta sejauh ini telah dilakukan secara ketat. Termasuk dari aspek kebersihan hingga kehalalan produk.
"Pada umumnya untuk bimbingan Jakprenuer bimbingan Dinas KPKP sudah ada pembinaan secara higiene dan sanitasi apalagi sampai legal MUI (Majelis Ulama Indonesia)," ujarnya.
Selengkapnya...
2. Belajar Cara Brasil, Rano Karno Ingin Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Arang
Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk berbobot guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut penemuan tersebut merujuk pada Brasil, nan mengolah ikan sapu-sapu menjadi beragam bahan, termasuk arang.
“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa rupanya ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi rupanya dia bisa menjadi komponen lain. Itu apalagi bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’,” kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Menurut dia, temuan tersebut menjadi pengganti solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta nan selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu nan dilakukan Pemprov DKI Jakarta tetap mempunyai kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan nan dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selengkapnya...
3. Cerita di Balik Sopir Angkot Dibakar Hidup-hidup di Tanah Abang
Sebuah pikulan kota (angkot) ludes dilalap si jago merah di dekat instansi kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Di balik kebakaran itu, ada cerita miris.
Pengemudinya rupanya disiram bensin lampau dibakar hidup-hidup.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengungkap, korban S (52), menderita luka bakar serius akibat kejadian ini.
"Korban S menderita luka bakar pada punggung, pinggul sisi kiri dan tangan sisi kiri," kata Dhimas saat dikonfirmasi, Sabtu 25 April 2026.
Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial P (38) nekat membakar korban usai cekcok soal antrean angkot. Kejadian bermulai saat korban sedang giliran untuk mengangkut penumpang. Pelaku tiba-tiba menyela antrean hingga ditegur.
Selengkapnya...
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·