Meski Tren Global Tinggi, Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Meski Tren Global Tinggi, Emas Perhiasan Justru Turun di Dalam Negeri Ilustrasi(MI/USMAN ISKANDAR)

HARGA emas perhiasan di dalam negeri tercatat mengalami penurunan di tengah tren harga emas global nan tetap berada pada level tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, komoditas emas perhiasan mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut pada periode Maret hingga Mei 2026, seiring adanya koreksi nilai emas di pasar internasional nan turut memengaruhi nilai domestik.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan, kendati nilai emas bumi tetap tinggi, terjadi koreksi dalam beberapa bulan terakhir nan berakibat pada pasar dalam negeri.

“Meskipun nilai emas bumi tetap berada pada level nan tinggi, selama Maret sampai dengan Mei 2026 terjadi koreksi nilai emas global. Kondisi tersebut ini tentunya sejalan dengan penurunan nilai emas pada pasar domestik,” ujar Pudji dalam rilis BPS secara daring, Selasa (2/6).

Ia menambahkan, penurunan tersebut tercermin pada deflasi emas perhiasan secara bulanan selama periode Maret hingga Mei 2026.

“Sehingga pada Maret hingga Mei 2026 komoditas emas perhiasan secara bulanan mengalami deflasi ialah sebesar minus 1,17%,” jelas Pudji.

BPS juga merinci bahwa pada periode tersebut, emas perhiasan mengalami deflasi beruntun, dengan penurunan sebesar minus 3,76% pada April 2026. Lalu, pada Mei 2026 saja, emas perhiasan tercatat mengalami deflasi sebesar 2,67% dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Kondisi ini menandai deflasi selama tiga bulan berturut-turut.

"Komoditas ini telah mengalami deflasi selama 3 bulan berturut-turut sejak Maret hingga Mei 2026," terang Pudji.

BPS mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28% secara bulanan (month to month/mtm), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Sementara itu, secara tahunan (year on year/yoy), inflasi tercatat sebesar 3,08%.

Di tengah kondisi tersebut, secara tahunan nilai emas perhiasan tetap tercatat lebih tinggi dibanding periode nan sama tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, komoditas ini tetap menjadi salah satu penyumbang inflasi secara tahunan, meskipun dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren penurunan harga.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia