Menunggu Kejutan Besar di Piala Dunia 2026

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Menunggu Kejutan Besar di Piala Dunia 2026 Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

PEKAN depan, pagelaran sepak bola bumi bakal dimulai. Tuan rumah Meksiko bakal mengawali perhelatan dengan menjamu Afrika Selatan di Stadion Banorte, Mexico City, Kamis alias Jumat (12/6) awal hari WIB.

Sebanyak 48 tim nan bakal tampil di putaran final sudah menetapkan 26 pemain terbaik masing-masing, nan bakal memihak negara mereka dalam kejuaraan nan dilangsungkan di tiga negara, ialah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebuah penetapan nan tidak mudah bagi setiap pembimbing dan penuh dengan drama.

Para pendukung tim ‘Samba’ Brasil berteriak kegirangan ketika pembimbing Carlo Ancelotti memasukkan nama Neymar Jr dalam daftar 26 pemain nan dipilihnya. Tak bisa disangkal Neymar merupakan salah satu talenta besar nan pernah dimiliki Brasil. Namun, di usia nan ke-34 tahun, prestasi Neymar sudah menurun dan petualangannya di Eropa pun sudah selesai.

Sebuah pertanyaan besar, apakah Neymar bisa mengikuti jejak seniornya, Romario, alias sahabat karibnya, Lionel Messi, memberi gelar tertinggi di akhir karier. Itu pertanyaan nan tidak mudah dijawab lantaran prestasi Neymar sudah meredup.

Para pencinta sepak bola sekarang tengah menunggu kiprah dari calon bintang besar sepak bola, Lamine Yamal. Setelah prestasi gemilangnya di 2024 dengan membawa Spanyol menjadi juara Eropa, Yamal ditunggu untuk bisa membawa La Furia Roja menjadi nan terbaik di dunia.

Pelatih Luis de la Fuente tidak berani untuk tidak memasukkan nama Yamal ke dalam tim, meski bintang muda asal Barcelona itu sedang didera cedera. Pendukung Spanyol pasti bakal marah besar andaikan Yamal tidak dibawa dan La Furia Roja kemudian tersingkir dari arena. Ia memilih memasukkan Yamal ke dalam tim sembari berambisi ada mukjizat bintang muda angan Spanyol itu bisa pulih di tengah kompetisi.

De la Fuente pasti belajar dari pengalaman pembimbing Inggris Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu dikecam pencinta the Three Lions lantaran tidak memasukkan tiga nama besar, Phil Foden (Manchester City), Harry Maguire (Manchester United), dan Cole Palmer (Chelsea), ke dalam tim nan dibawa ke putaran final.

Untuk pertama kalinya juga Inggris tidak diperkuat satu pun pemain asal Liverpool. Padahal semua tahu bahwa the Reds merupakan klub nan sarat pemain berbakat dan salah satu kekuatan sepak bola Inggris.

Tuchel menjawab semua kritik para pecinta sepak bola Inggris dengan meminta menyebut siapa di antara 26 pemain nan sudah dia pilih untuk digantikan ketiga nama itu. “Tidak mudah bagi saya dan tim untuk memilih 26 pemain nan bakal dibawa. Saya secara unik berbincang dari hati ke hati dengan ketiga pemain itu sebelum mencoretnya. Namun, saya kudu memilih 26 nama dan menurut saya, inilah pilihan terbaik untuk bisa memenuhi sasaran menjadi nan terbaik di Piala Dunia 2026 ini,” kata Tuchel.

WAKTUNYA MEMBUKTIKAN

Pilihan sudah ditetapkan dan sekarang waktunya untuk membuktikan keputusan itu. Tiga pertandingan pertama penyisihan grup merupakan saat-saat nan sering menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar.

Langkah juara empat kali Jerman dua kali berturut-turut tertahan di babak pertama putaran final Piala Dunia. Dua negara Asia, Korea Selatan dan Jepang, nan membuyarkan semua angan itu, padahal biasanya Jerman paling jelek terhenti di perempat final.

Nasib apes juga pernah dirasakan Spanyol setelah memenangi Piala Dunia 2010. Mereka tersingkir di babak awal saat hendak mempertahankan gelar di Piala Dunia Brasil. Sebelumnya Prancis sebagai juara Piala Dunia 1998 tersingkir di babak awal oleh jejak negara jajahan mereka, Senegal. Setelah itu, seakan ada kutukan bagi juara bumi untuk tersingkir di babak pertama lantaran kemudian Jerman kudu angkat koper di Piala Dunia 2018 Rusia.

Kejutan besar selalu mewarnai arena Piala Dunia. Itulah nan selalu membikin Piala Dunia menarik untuk ditunggu lantaran segala macam kemungkinan bisa terjadi setelah kejuaraan bergulir.

Di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, pecinta sepak bola dikejutkan penampilan Bulgaria dengan Hristo Stoichkov sebagai bintangnya. Tidak tanggung-tanggung Bulgaria menyingkirkan juara memperkuat Jerman di perempat final dan membikin kejutan menembus empat besar.

Empat tahun kemudian di Prancis, giliran Kroasia nan tampil sebagai kuda hitam dengan menyingkirkan Jerman di perempat final. Davor Suker mengangkat nama Krosia ke puncak tertinggi dengan menempati ranking ketiga Piala Dunia 1998.

Prestasi gemilang Kroasia bersambung 20 tahun kemudian ketika mereka bisa menembus final Piala Dunia 2018 dengan menyingkirkan Inggris di semifinal. Kroasia belum sukses menjadi juara bumi setelah dikalahkan Prancis 2-4 di final.

Ajang Piala Dunia pertama di Benua Asia pada 2002 melahirkan Korea Selatan menembus empat besar. Secara gemilang Park Ji-sung dan kawan-kawan menyingkirkan raksasa sepak bola bumi seperti Polandia, Portugal, Italia, dan Spanyol untuk menembus semifinal.

Empat tahun lampau di Qatar, giliran Afrika nan membikin kejutan dengan menembus semifinal. Maroko menjadi negara Afrika pertama nan menembus empat besar. Prestasi paling gemilang saat mereka menang drama adu penalti melawan Spanyol di babak 16 besar.

KEJUTAN SIAPA

Dengan beragam pengalaman kejutan nan pernah terjadi, kita layak menunggu siapa nan kali ini bakal tampil untuk membikin kejutan besar. Banyak nan berambisi Asia untuk tampil sebagai sebuah kekuatan baru.

Asia sekarang sudah menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Ahli ekonomi Jeffrey Sachs menyebut negara-negara Asia menguasai 51% produk domestik bruto dunia. Amerika Serikat dan Eropa tidak bisa lagi mengeklaim sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Kalau berbincang tentang negara Asia, Jepang nan paling berpotensi untuk bisa membikin kejutan besar di Piala Dunia kali ini. Mereka mempunyai pemain nan teruji di kejuaraan terbaik di Eropa dan kekuatan mereka sudah terlihat dari beragam uji coba menjelang tampil di putaran final.

Ujian nan kudu dilewati tim 'Samurai Biru' sejak babak awal sangatlah menantang. Mereka kudu bisa melewati rintangan dari Belanda, Swedia, dan Tunisia sebelum bisa membikin kejutan besar.

Namun, itulah kunci untuk bisa menembus golongan elite dunia. Tidak pernah ada jalan nan mudah untuk menjadi nan terbaik. Rintangan itu nan kudu dilalui Korea Selatan dan Maroko sebelum bisa mencapai semifinal.

Tentunya menarik juga memandang kiprah Inggris di arena Piala Dunia kali ini. Sanggupkah Tuchel membawa sepak bola kembali ke 'rumah asalnya'?

Sudah 60 tahun 'the Three Lions' kandas untuk membawa pulang Piala Dunia. Bintang-bintang sepak bola nan mereka miliki hanya sanggup membawa Inggris hingga semifinal. Sampai Inggris menyewa pembimbing asal Jerman demi mencapai misi besar mengukuhkan negara mereka sebagai pusat kekuatan sepak bola dunia. Mari kita lihat!

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑