Mentrans Sebut Transmigrasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Program transmigrasi nasional memasuki babak baru. Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma transmigrasi dari program pemindahan masyarakat menjadi strategi pembangunan area nan bisa menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di area Indonesia Timur.

Transformasi tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Kamis (30/7). Menurutnya, transmigrasi sekarang tidak lagi dibangun melalui pendekatan nan sepenuhnya ditentukan dari pemerintah pusat, melainkan berangkat dari kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.

"Transmigrasi kudu memberikan faedah nan nyata bagi masyarakat. Ketika investasi masuk, lapangan kerja tercipta. Ketika area berkembang, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Karena itu, pembangunan area transmigrasi sekarang dimulai dari kebutuhan daerah, sementara pemerintah pusat datang untuk memperkuat kolaborasi, menghadirkan investasi, dan membuka beragam kesempatan pengembangan," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pemerintah wilayah menjadi tokoh utama dalam merancang pengembangan area sesuai potensi wilayahnya. Pemerintah pusat kemudian berkedudukan sebagai penyedia nan menghubungkan kebutuhan wilayah dengan investasi, teknologi, perguruan tinggi, bumi usaha, hingga beragam corak kerja sama internasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Iftitah berbareng Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong telah meninjau sejumlah area transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur guna memperkenalkan beragam kesempatan investasi di luar sektor pertambangan.

"Kami mau menunjukkan kepada bumi bahwa Indonesia Timur mempunyai potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Potensi tersebut kudu dihubungkan dengan penanammodal agar bisa menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menilai pendekatan baru transmigrasi menunjukkan bahwa pembangunan area nan didukung kepastian norma atas lahan, penyediaan hunian, dan kerjasama lintas kementerian bisa menciptakan stabilitas sosial nan menjadi fondasi krusial bagi masuknya investasi.

"Ketika kepastian norma tersedia dan ekosistem ekonomi dibangun secara terpadu, bentrok sosial dapat ditekan. Iklim investasi menjadi semakin kondusif. Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,79 persen, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Wang Lutong menyatakan dukungannya terhadap transformasi transmigrasi Indonesia. Menurutnya, transmigrasi modern merupakan instrumen krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pembangunan ekonomi nan inklusif.

Dia menambahkan bahwa China tengah menjajaki beragam kesempatan kerja sama, mulai dari pengembangan pusat pertanian modern, training vokasi, hingga investasi di sektor pariwisata dan pendidikan di sejumlah area Indonesia Timur.

"Transmigrasi bukan sekadar memindahkan orang. Ini adalah strategi untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, transfer teknologi, dan pembuatan kesempatan ekonomi," kata Wang Lutong.

Sebagai info tambahan, melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026, sebanyak 1.476 akademisi diterjunkan ke beragam area transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan. Hasil pemetaan tersebut bakal menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan area transmigrasi nan lebih produktif, bisa menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi nan berkepanjangan bagi masyarakat.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News