Jakarta -
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi perusahaan pengolahan sampah menjadi energi, Sanfeng Environment di Chongqing, China. Iftitah mengatakan Presiden Prabowo Subianto konsentrasi terhadap penyelesaian masalah sampah.
Kunjungan dilakukan pada Kamis (15/10/2026) di perusahaan nan berlokasi di Jianqiao Industrial Park, Distrik Dadukou, Chongqing, China. Sanfeng mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi daya alias waste to energy.
Selain menghasilkan listrik, proses pengolahan sampah di pabrik ini juga menghasilkan abu pembakaran nan bisa diolah menjadi bahan konstruksi. Asap pembakaran pengolahan sampah juga sudah kondusif dibuang ke udara terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengelilingi area perusahaan pengolahan sampah ini, Menteri Iftitah mengatakan China mempunyai banyak pabrik pengolahan sampah menjadi energi. Dia menyebut Sanfeng Environment di Chongqing bisa mengolah 3.000 ton sampah per hari.
Mentrans Cek Pabrik Pengolah Limbah di Chongqing (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
"Yang menarik adalah power plant ini dari waste to energy. Ini adalah salah satu dari 1.000 gedung seperti ini, 1.000 unit nan ada di Tiongkok, nan ada di China. Jadi total mereka mengelola 1,1 juta ton per hari. Khusus nan di sini, nan di Chongqing saja punya 16. Salah satu nan kita lihat ini mengelola per harinya itu adalah 3.000 ton," kata Iftitah.
Iftitah mengatakan Presiden Prabowo mempunyai perhatian terhadap penyelesaian masalah sampah, terlebih masalah sampah di kota besar.
"Nah, kita tahu bahwa Bapak Presiden concern dengan persoalan sampah ini. Kita juga punya populasi nan cukup besar, 280 juta, terutama masalah sampah di kota-kota besar," tutur dia.
Iftitah mengatakan Indonesia perlu belajar dalam pengolahan sampah menjadi daya ini. Menurutnya, dibutuhkan beberapa tahun bagi Sanfeng Environment untuk mengembangkan teknologi ini.
"Nah, sekali lagi sebetulnya jika saya tangkap ya, tadi saya tanya kepada salah satu pimpinannya gimana dia belajar tentang waste to energy ini, tidak ada jalan lain selain melalui pendidikan. Mereka semua belajar ke Jerman bertahun-tahun. Ada butuh proses, meskipun mereka mulai sejak tahun 1998. Nah, jika misalkan hasilnya sekarang luar biasa, itu lantaran pada titik tertentu ada percepatan," katanya.
Mentrans Cek Pabrik Pengolah Limbah di Chongqing (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Iftitah mengatakan pemerintah hingga masyarakat kudu bekerja-sama untuk menyelesaikan masalah sampah. Selain itu, juga dibutuhkan pengetahuan pengetahuan dan inovasi.
"Jadi ketika pejabat pemerintahannya itu mengerti persoalan nan nyata, gimana penemuan pengetahuan dan teknologi itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, berjumpa dengan persiapannya masyarakat sendiri dalam konteks kelak para pekerjanya. Nah, inilah hasilnya nan luar biasa nan terbentuk dalam ekosistem," katanya.
Iftitah mengatakan bahwa perlu adanya kemauan untuk menerapkan teknologi pengolahan sampah ini. Dia menyebut teknologi pengolahan sampah ini juga bakal membuka lapangan kerja baru.
"Nah, jadi kita juga kudu ada kemauan untuk menerapkan teknologi seperti ini, tidak hanya sekadar by project begitu. Tapi juga tadi saya selalu menekankan dalam setiap kunjungan saya ke Tiongkok, saya selalu menerapkan bahwa apa nan mereka alami, nan dimaksud dialami itu adalah bahwa mereka sendiri itu mau diberdayakan," tutur dia.
Selain itu, Mentrans bakal mendorong Pemerintah Kota Batam untuk menerapkan pengolahan sampah menjadi daya ini di area transmigrasi Rempang. Dia sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah.
"Kita juga misalkan contoh di Batam, kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam, pada saatnya kita juga mau membangun power plant-power plant based on waste to energy ini. Nah, jadi kelak kita juga bakal komunikasi dengan pemerintah-pemerintah wilayah untuk support mereka," jelas dia.
"Kita sih berambisi Pemerintah Kota Batam ya, lantaran itu nan paling riil, jumlah orangnya juga bertambah terus, persoalan sampahnya juga nyata, dan saya percaya Pemerintah Kota Batam juga sudah memikirkan perihal itu, kita bakal mendorong itu untuk terwujud," tutupnya.
(lir/yld)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·