Semarang -
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengebut penyelesaian pembangunan sekolah rakyat (SR). Dody menjelakan, satgas tersebut diisi oleh direktorat jenderal di bawah Kementerian PU.
"Kalau satgas ini dibentuk sebenarnya unik untuk sekolah rakyat sih," jelas Dody di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Wonosobo, usai meninjau SR Wonosobo, Jumat (15/5/2026).
Dia menyebut terdapat 93 sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Satgas tersebut dibentuk untuk menyelesaikan pembangunan sekolah rakyat nan tertinggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu menyelesaikan 93 ini nan belum selesai, nan tetap tertinggal ya. Tinggal mungkin sekitar 20-an kali, ya," sebutnya.
Lebih lanjut, Dody mengatakan, pihaknya kudu mengejar tender sekolah rakyat untuk selesai dibangun pada Desember 2026. Tender tersebut dilelang jika lahan sudah siap.
"Terus kita kudu percepatan juga di 2026 ini kudu mulai tender lantaran ada beberapa sekolah rakyat nan ditargetkan selesai di Desember. nan sudah lahannya siap nggak ada masalah segera tender," terangnya.
Lebih lanjut, Dody merasa kecewa dengan keahlian Direktorat Jenderal Perencanaan Strategis nan memikul banyak beban pembangunan. Alasan itulah nan salah satunya menjadi argumen Dody membentuk Satgas Sekolah Rakyat.
"Jadi satgas itu lantaran saya memandang dan saya kecewa dengan keahlian Direktorat Jenderal Perencanaan Strategis kan. Jadi masalahnya gini loh. Ini namanya juga Perencanaan Strategis kan. Jadi semua program prioritas pemerintah tumplek-blek di sini gitu," ungkapnya.
"Apa aja coba? SR di situ, SPPG di situ, banyaklah. Pokoknya bangun rumah sakit di situ, bangun sekolah di situ, pokoknya program pemerintah tumplek-blek di situ. Tapi masalahnya kok langkah kerjanya begitu," lanjutnya.
Dody menjelaskan satgas itu diampu oleh Kementerian PU. Di dalamnya ada beberapa direktorat jenderal.
"Satgas itu akhirnya diampu oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Jadi, satgas ini semua nan mengenai di situ semua. Ada sumberdaya air, ada ada cipta karya, ada bina marga, semua di situlah. Bahkan jika diperlukan, saya bisa bicara dengan misalnya dengan TNI, misalnya," pungkasnya.
(prf/ega)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·