Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2026 |08:02 WIB

Menteri UMKM Maman Abdurrahman meletakkan perhatian serius terhadap akibat terganggunya operasional upaya lantaran pemadaman listrik. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA - Pemadaman listrik bergilir akibat hambatan suplai batu bara dan halangan teknis pembangkit listrik menuai kekhawatiran bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman meletakkan perhatian serius terhadap akibat terganggunya operasional upaya skala lokal nan tidak mempunyai generator persediaan mandiri.
"Ini lantaran pada saat terjadi blackout di Jawa, pertama dampaknya ke masyarakat, nan kedua ke UMKM. Misalnya mereka nan berdagang es di daerah. Pada saat listrik mati, esnya mencair sehingga mereka tidak bisa berjualan. Begitu juga dengan produk frozen food dan sebagainya. Nah, ini sebetulnya akibat sosialnya bisa ke mana-mana," jelas Maman saat ditemui di instansi Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Dampak domino dari pemadaman ini dinilai dapat memperlambat pemulihan omzet harian para pedagang mini di daerah. Kerusakan bahan baku makanan kaku dan matinya mesin penunjang produksi mengharuskan otoritas kelistrikan nasional segera melakukan perbaikan mendasar.
Maman menekankan pentingnya pertimbangan manajemen logistik PLN agar ancaman krisis daya serupa tidak terus berulang dan merugikan ekonomi rakyat kecil.
Kejadian pemadaman massal ini sebenarnya bukan persoalan baru nan tidak dapat diantisipasi sejak jauh hari. Otoritas kelistrikan nasional telah diingatkan mengenai rapuhnya rantai pasok daya primer nan terus berulang tanpa solusi permanen.
"Karena saya pernah ada di DPR, dulu sudah didorong bahwa potensi blackout nan terjadi tiga tahun lampau berpotensi terjadi lagi andaikan supply chain management nan ada di PLN tidak segera dibenahi dan ditata dengan baik," kata Maman.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·