Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan rumor dua perusahaan otomotif Jepang di Jawa Timur bakal hengkang.(Dok. Antara)
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) secara tegas menepis rumor mengenai rencana hengkangnya dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang nan beraksi di Jawa Timur. Isu kepindahan investasi tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran bakal adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi maupun info sah mengenai rencana relokasi tersebut. Ia memastikan bahwa berita nan beredar mengenai perusahaan Jepang nan bakal memindahkan pedoman produksinya ke negara lain adalah tidak benar.
“Isu soal ada perusahaan Jepang bakal memindahkan ke negara lain, itu tidak benar. Tidak ada info dan laporan kepada kami,” ujar Afriansyah Noor kepada Media Indonesia, Senin (22/6).
Sebelumnya, berita mengenai potensi hengkangnya dua perusahaan nan berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto tersebut diembuskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Informasi awal menyebut bahwa akibat situasi perang, kedua perusahaan itu berencana memindahkan investasi ke Vietnam untuk konsentrasi pada pengembangan mobil listrik.
Namun, Afriansyah menekankan bahwa memindahkan aset industri nan sudah terbangun besar di Indonesia bukanlah perkara mudah. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kondisi industri otomotif nasional saat ini justru menunjukkan tren nan positif dan stabil.
“Memang itu berupa isu. Saya tahu persis, saya berjamu ke Toyota, Hyundai, Daihatsu, mereka stabil, permintaan mereka stabil, tidak ada gejolak apa pun. Mudah-mudahan ini tidak terjadi seperti nan diisukan,” tegasnya.
Pemerintah terus memantau perkembangan sektor industri manufaktur, khususnya otomotif, guna memastikan suasana investasi tetap kondusif dan perlindungan terhadap tenaga kerja tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·