Menteri LH Tegaskan Ancaman El Nino Nyata, Jangan Tunggu Api Membesar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - KLH/BPLH alias Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan, ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) tahun 2026 perlu diantisipasi lebih awal seiring proyeksi musim tandus nan lebih panjang dan kering.

Kondisi ini menjadi aspek utama nan memperbesar akibat kebakaran, khususnya di wilayah dengan kerentanan tinggi seperti Provinsi Riau.

Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, lama musim kering nan panjang, ditambah dengan kejadian El Niño pada level lemah hingga moderat, bakal meningkatkan akibat kebakaran secara signifikan, sehingga perlu mitigasi permanen nan terencana oleh multipihak.

"Menurut BMKG, musim tandus tahun ini diproyeksikan berjalan cukup panjang, dari April hingga Oktober. Artinya, kita punya waktu nan panjang juga untuk menghadapi akibat karhutla. Ditambah dengan El Niño, ini kudu kita antisipasi sejak awal," ujar Hanif saat memimpin apel kesiapsiagaan karhutla di Dumai, Riau dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kementerian LH www.kemenlh.go.id, Senin (27/4/2026).

Dia menjelaskan, terdapat sejumlah parameter wilayah prioritas nan kudu menjadi konsentrasi pengendalian, antara lain wilayah dengan ekosistem gambut luas, penurunan tinggi muka air tanah (TMAT), riwayat kebakaran berulang, serta sebaran hotspot nan padat.

Wilayah-wilayah tersebut, kata Hanif, termasuk di Riau, menjadi titik krusial dalam strategi pencegahan nasional.

"Daerah-daerah dengan gambut luas, muka air tanah nan turun, riwayat kebakaran berulang, dan hotspot tinggi kudu menjadi prioritas. Di wilayah ini kita tidak boleh terlambat," ucap dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita