Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, menakut-nakuti bakal mencabut kebangsaan Israel milik filmmaker 'NAZA', Yuval Abraham dan Rachel Szor. Zohar mengaku terkejut dengan film dokumenter tersebut.
Tak hanya itu, Zohar menuding para kreator movie 'NAZA', telah berkhianat kepada negara. Dia menyebut kedua penduduk negara Israel itu rela mencelakai Tanah Air mereka demi mendapat apresiasi pihak nan berseberangan.
"Rasa tidak suka terhadap diri sendiri nan berkobar dalam diri para kreator movie ini, nan rela mencelakai Tanah Air mereka sendiri demi mendapatkan tepuk tangan dari kaum antisemit di seluruh dunia, sungguh tidak masuk logika dan merupakan corak pengkhianatan terhadap negara," tulis Zohar.
Oleh lantaran itu, sebagai Menteri Kebudayaan, Zohar merasa dirinya kudu segera mengambil sikap tegas. Salah satunya dengan mencabut kewarganeraan mereka.
"Sebagai Menteri Kebudayaan, saya bakal segera bertindak untuk mencabut kebangsaan Israel dari para kreator movie tercela ini lantaran telah mengingkari negara," tukasnya.
Film dokumenter berjudul 'NAZA' sukses mengguncang panggung Venice Film Festival 2026 dengan meraih standing ovation tanpa henti selama 25 menit saat pemutaran perdananya. Abraham dan Szor dianugerahi penghargaan unik juri atas karya mereka.
Karya investigatif berdurasi 80 menit ini disutradarai oleh sineas asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, nan sebelumnya sempat memenangkan piala Oscar 2025 lewat movie 'No Other Land'.
Dokumenter ini menyoroti rumor sensitif mengenai penggunaan teknologi kepintaran buatan (AI) oleh militer Israel dalam menentukan sasaran serangan di jalur Gaza.
Narasi movie ini disusun berasas pengakuan langsung dari para personel militer dan intelijen Israel nan identitasnya dirahasiakan demi keselamatan mereka. Istilah 'NAZA' sendiri merujuk pada perkiraan jumlah korban sipil nan diproyeksikan tewas dalam sebuah serangan udara.
Menjadi satu-satunya movie dokumenter nan masuk kejuaraan utama di Venice tahun ini, 'NAZA' diproduksi oleh Jim Wilson berbareng media Inggris The Guardian, serta melibatkan sutradara ternama Jonathan Glazer sebagai produser eksekutif.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·