Taufik Fajar
, Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |16:39 WIB

Cara Cegah Gagal Panen (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan intrusi air laut untuk menyelamatkan 8.000 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan. Langkah ini dilakukan guna memperlancar aliran air sekaligus menjaga kesiapan air baku bagi lahan pertanian masyarakat sehingga dapat mencegah potensi kandas panen.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan penguatan prasarana sumber daya air merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Infrastruktur nan andal memberikan kepastian jasa air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus dijaga.
“Kehadiran prasarana sumber daya air sangat krusial untuk mendukung kesiapan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Menteri Dody.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, penanganan dilakukan pada jaringan saluran nan terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi. Pekerjaan mencakup normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer serta normalisasi SPS Sragi sepanjang 3.2 kilometer.
Secara keseluruhan, pekerjaan tersebut mencapai sekitar 4.5 kilometer. Normalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan kelancaran aliran air menuju jaringan irigasi sehingga suplai air dapat lebih optimal untuk kebutuhan pertanian.
Selain normalisasi saluran, Kementerian PU juga telah menyelesaikan perbaikan empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang. Selain itu, 3 unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter juga telah dipasang, disertai pasangan batu kali untuk memperkuat bangunan gorong-gorong.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·