Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |12:37 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan pembukaan rimba menjadi opsi terakhir dalam penyediaan lahan untuk mendukung produksi etanol. Menurutnya, pemerintah bakal terlebih dulu memanfaatkan lahan nan tersedia untuk memenuhi kebutuhan lahan hingga 1-2 juta hektare.
Ia mengungkapkan pemerintah bakal menyeleksi lahan nan sebelumnya direncanakan untuk reforestasi alias agroforestri tanaman pangan. Dari sekitar 20 juta hektare lahan tersebut, pemerintah bakal memilih area nan sesuai untuk pengembangan komoditas bahan baku etanol.
"Kita memandang lahan yang, pertama kan ada lahan nan mau dihutankan kembali alias agroforestry untuk tanaman pangan. Itu kan ada 20 juta (hektare). Ya kita pilih dari situ dulu. Jadi jangan langsung tebang hutan. Enggak, itu terakhir," jelasnya dalam konvensi pers di Jakarta pada Senin (21/9/2026).
Selain itu, Amran menyebut pemerintah bakal menyeleksi lahan nan sebelumnya telah dilepaskan. Amran mengatakan terdapat sekitar 1,3 juta hektare lahan nan bakal dipilih kembali berasas kesesuaiannya untuk pengembangan tanaman etanol, khususnya tebu.
"Kalau sudah cocok dengan tebu, oke, itu aja kita pakai. Paling terakhir baru pelepasan hutan. Itu paling terakhir. Pokoknya kita jaga lingkungan, tetapi kita juga menjadi swasembada daya alias berdaulat energi," sebutnya.
Menurut Amran, penyediaan lahan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan etanol berbahan baku singkong, tebu, dan jagung. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai swasembada alias kedaulatan energi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·