, JAKARTA, – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional guna mencapai sasaran swasembada gula dalam dua tahun. Target ambisius ini merupakan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto nan mau memperkuat kemandirian pangan nasional.
"Kami siap menjalankan pengarahan Bapak Presiden. Seluruh jejeran Kementerian Pertanian bakal bekerja maksimal berbareng pemerintah daerah, BUMN, bumi usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," kata Mentan dalam keterangan nan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Percepatan peremajaan tebu ini bakal dilakukan melalui serangkaian langkah strategis. Fokus utamanya meliputi modernisasi budi daya, peningkatan produktivitas, penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula.
Menurut Mentan, langkah ini tidak hanya vital untuk meningkatkan produksi gula nasional dan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga secara langsung bermaksud meningkatkan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia.
Target Ambisius Presiden
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan Indonesia bisa mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target ini lebih sigap dari proyeksi awal nan memerlukan waktu empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Target tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Presiden mengungkapkan bahwa Mentan Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun nan diproyeksikan bisa mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun.
Namun, setelah berdiskusi, Mentan dengan penuh kepercayaan menyatakan sasaran tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. "Tadi, Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian bakal dicapai dalam empat tahun. Tapi, setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun'," ujar Presiden Prabowo.
Mendengar komitmen itu, Presiden menyampaikan apresiasi dan pesan unik kepada Mentan nan langsung disambut tepuk tangan para peserta. "Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi You tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa tetap butuh kau," kata Presiden.
Strategi Besar Kemandirian Bangsa
Presiden menegaskan percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah sukses mencapai sasaran swasembada pangan, pemerintah sekarang terus bergerak menuju swasembada daya dan memperkuat ketahanan air.
"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada daya kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," ujarnya.
Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jejeran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani nan terus bekerja mengawal beragam program strategis nasional. Ia menekankan bahwa kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia bisa berdiri di atas kekuatannya sendiri.
"Kita mengejar sasaran lantaran rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan nan tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita bakal buktikan kepada bumi bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain nan bakal membangun Indonesia selain kita sendiri," tegas Kepala Negara.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·