Anggie Ariesta
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |13:17 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan imbauan sekaligus peringatan keras kepada seluruh pengusaha dan mafia di sektor pangan nasional agar tidak melakukan penyelewengan nan merugikan masyarakat luas. Peringatan ini disampaikan menyusul makin maraknya penemuan praktik kecurangan, mulai dari masalah fortifikasi, pengoplosan beras SPHP, hingga permainan pengedaran pupuk.
Mentan Amran menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bakal terus mengejar para pelaku kejahatan pangan demi menjaga stabilitas dan kesiapan bahan pokok masyarakat.
"Ada nan main-main, ada fortifikasi, ada Oplos SPHP, macam-macam. Kelihatan ini semakin hari semakin menjadi-jadi," kata Amran dalam keterangan resminya, Minggu (8/11/2026).
Amran secara unik menyampaikan permohonan tegas kepada para pelaku upaya di seluruh tanah air agar menghentikan praktik manipulasi pangan nan dinilai menyangkut rencana hidup masyarakat banyak.
"Tolong kepada saudaraku pengusaha seluruh Indonesia, tolong berhentilah mempermainkan pangan lantaran itu menyangkut rencana hidup orang banyak," ungkapnya.
Kementerian Pertanian mencatat telah menerima 217 laporan dugaan kejahatan pangan dari masyarakat hanya dalam kurun waktu dua minggu terakhir.
Dari total kejuaraan tersebut, sebanyak 74 laporan berangkaian dengan komoditas beras, nan telah menghasilkan pengungkapan 8 kasus, 13 tersangka, dan 15 merek beras, serta 64 laporan nan menyoal penyelewengan sektor pupuk.
25 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·