Jakarta - Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan operator info desa memegang peran krusial dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurut Gus Ipul, kecermatan info nasional sangat berjuntai pada kualitas input dari tingkat desa.
"Kepala desa, bupati hingga Mensos tergantung hasil nan diinput oleh operator info desa. BPS (juga) tergantung info nan diinput operator info desa," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
"Jadi Pak Bupati, nasib kita tergantung operator info desa," sambungnya.
Hal itu disampaikan Gus Ipul di hadapan kepala desa, camat, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan ratusan operator info desa dalam aktivitas Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka 'Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi' di Pendopo Amangkurat, Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (2/5).
Gus Ipul menjelaskan info nan dihimpun operator desa menjadi fondasi utama bagi Badan Pusat Statistik RI (BPS) dalam melakukan pemutakhiran.
Karena itu, peran operator desa tidak hanya berkarakter administratif, tetapi menentukan ketepatan sasaran penyaluran support sosial dan program-program pemberdayaan.
Gus Ipul juga menyoroti tetap adanya persepsi di masyarakat bahwa support sosial (bansos) hanya diberikan kepada golongan tertentu nan mempunyai kedekatan dengan abdi negara desa.
Untuk menjawab perihal tersebut, Kemensos membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya guna menjaga transparansi dan kualitas data.
"Maka itu Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agar kita terbuka terhadap data. Partisipasi masyarakat dibuka selebar-lebarnya," jelas Gus Ipul.
Melalui jalur partisipatif, masyarakat dapat mengusulkan maupun menyanggah info melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, call center 021-171, alias WA 0887-7171-171. Seluruh usulan tersebut bakal diverifikasi oleh BPS untuk diperbarui setiap tiga bulan.
Gus Ipul menegaskan, info sosial berkarakter bergerak dan dapat berubah setiap saat. Oleh lantaran itu, pemutakhiran kudu dilakukan secara berkelanjutan.
Meski proses pembaruan bisa dilakukan kapan saja, hasilnya bakal dirilis setiap tiga bulan dan menjadi dasar penyaluran support sosial.
"Maka itu saya memohon kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh jejeran Kabupaten Tegal untuk bersama-sama melakukan pemutakhiran secara berkelanjutan. Kalau datanya sudah benar, maka berikutnya bansosnya kudu tepat sasaran," jelas Gus Ipul.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul kembali mengingatkan bansos hanya jembatan menuju kemandirian. Jadi, masyarakat tidak boleh ketergantungan terhadap bansos.
Senada, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menilai operator info desa merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas info di lapangan. Ischak menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas tersebut.
"Operator info desa jangan sampai disusupi kepentingan-kepentingan. Dinamika di desa residunya kudu sigap hilang," kata Ischak.
Menurut Ischak, info nan jeli merupakan gambaran keadilan dalam penyelenggaraan program sosial. Ketika info tepat, kebijakan bakal lebih jeli dan bisa menjangkau masyarakat nan betul-betul membutuhkan, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara nyata.
Kabupaten Tegal mempunyai modal sosial kuat dan pedoman info nan besar untuk menjadi contoh penguatan perlindungan sosial berbasis desa. Berdasarkan DTSEN, wilayah ini mencatat 579.539 family dengan total 1.757.867 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 96.328 family penerima faedah (KPM) menerima support sosial, terdiri dari 43.910 KPM penerima PKH dan Sembako serta 52.418 KPM penerima Sembako.
Sementara 509.354 jiwa tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. Pada 2026, bertambah dengan 4.550 KPM baru.
Keaktifan wilayah juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam pembaruan data. Usulan bansos mencapai 46.663, sedangkan usulan pembaruan info sebanyak 56.641.
Angka ini menunjukkan desa-desa di Kabupaten Tegal mulai berkedudukan aktif sebagai bagian krusial dalam ekosistem perlindungan sosial.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·