Menperinamp;ndash;Purbaya Siapkan Stimulus Ekspor dan Insentif Mobil Listrik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Menperin–Purbaya Siapkan Stimulus Ekspor dan Insentif Mobil Listrik

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Keduanya sepakat membahas beragam hambatan di lapangan guna mencarikan solusi melalui kebijakan stimulus dan insentif.

Menperin memberikan apresiasi kepada Menkeu atas langkah proaktif dalam membentuk tim debottlenecking untuk mengurai halangan bagi pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa sektor manufaktur memegang peranan krusial, di mana pertumbuhan sektor ini pada tahun lampau apalagi melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Nah itu menunjukkan sektor manufaktur merupakan sektor terpenting bagi perekonomian. Jadi, intinya kita membahas apa saja langkah kebijakan nan perlu diambil pemerintah, baik dalam corak stimulus maupun insentif, agar pertumbuhan manufaktur nan menopang pertumbuhan ekonomi dapat melangkah lebih baik dan lebih cepat,” ujar Agus saat ditemui di lobi Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).

Salah satu poin utama pembahasan adalah upaya meningkatkan kontribusi ekspor manufaktur. Agus memaparkan bahwa saat ini sekitar 80 persen output manufaktur Indonesia tetap diserap pasar domestik, sementara baru 20 persen nan diekspor. Kondisi ini berbeda dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Pemerintah menargetkan peningkatan rasio ekspor tanpa mengorbankan perlindungan terhadap pasar domestik. Adapun berasas info BPS, produk manufaktur mendominasi sekitar 75 hingga 80 persen dari total ekspor nasional.

Terkait rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik, Menperin menyebut kebijakan tersebut semakin relevan di tengah dinamika global.

“Semakin relevan, lantaran ada pelajaran nan kudu kita ambil. Dulu kebijakan lebih difokuskan pada pengurangan emisi melalui penggunaan kendaraan listrik. Sekarang ada perihal nan lebih penting,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com