Menperin Sejak Era Jokowi, Agus Bongkar Modus Tekstil Impor Banjiri RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kembali menunjukkan sinyal kebangkitan di tengah tekanan global. Pemerintah menilai sektor ini tidak lagi layak disebut sebagai industri nan meredup, melainkan tengah memasuki fase pertumbuhan baru.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, narasi industri TPT merupakan sunset industry sempat mencuat beberapa tahun lalu. Namun dia sejak awal meragukan pandangan tersebut.

"Saya ditugaskan oleh Pak Jokowi sebagai Presiden ketika itu, sekitar 7 tahun lalu, sebagai Menteri Perindustrian. Saya mendapat laporan bahwa sektor TPT di Indonesia ini sedang dalam fase sunset industry. Saya geleng-geleng kepala, saya berprasangka narasi tersebut diciptakan untuk membanjiri pasar domestik dari luar negeri," ujarnya di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026).

Pemerintah kemudian mengambil langkah berbareng pelaku industri dan asosiasi untuk membalikkan kondisi tersebut. Kebijakan nan lebih adaptif disebut menjadi upaya menjaga daya saing sektor ini.

"Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi, serta mengedepankan smart policy, kita bisa mulai memutarbalikkan narasi itu. Kita kudu berani mengatakan

Seiring dengan itu, keahlian industri TPT dalam beberapa waktu terakhir terpantau stabil. Pertumbuhan tetap terjaga meski dihadapkan pada tekanan eksternal, sekaligus menunjukkan daya tahan sektor manufaktur padat karya ini.

"Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 3,55 persen secara tahunan, dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dan surplus USD3,45 miliar nan terutama disumbang oleh ekspor busana jadi," jelas Agus.

"Sektor ini bukan sunset, tapi sunrise sector," tegasnya.

Dari sisi investasi, minat pelaku upaya terhadap industri ini juga tetap kuat. Hal ini menjadi parameter krusial prospek sektor TPT dinilai tetap menjanjikan.

"Industri TPT sukses menarik investasi sebesar Rp20,23 triliun, nan mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pelaku upaya di tengah ketidakpastian global," tambahnya.

Selain itu, sektor ini tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di industri pengolahan nasional.

"Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap 3,96 juta tenaga kerja alias sekitar 19,48 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan," kata Agus.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap beragam tantangan nan tetap membayangi. Mulai dari kenaikan nilai bahan baku hingga dinamika permintaan dunia menjadi aspek nan kudu diantisipasi bersama.

"Kita memahami tantangannya tidak ringan, mulai dari kenaikan nilai bahan baku global, disrupsi rantai pasok, hingga dinamika permintaan pasar internasional. Ini perlu direspons melalui penguatan kerja sama antara pemerintah, API, dan pelaku upaya agar langkah antisipatif bisa dilakukan secara jeli dan terukur," pungkasnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News