Menperin Bidik Kontribusi Manufaktur Tembus 25 Persen PDB

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |15:27 WIB

Menperin Bidik Kontribusi Manufaktur Tembus 25 Persen PDB

Menperin Sarmuji (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Sarmuji menekankan upaya pemerintah untuk mengembalikan industri manufaktur sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia mematok laju ekspansi sektor industri bisa melampaui pertumbuhan ekonomi makro, dengan sasaran kenaikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dari kisaran 19 persen saat ini menjadi di atas 20 persen, apalagi menembus rentang 21 hingga 25 persen.

Untuk merealisasikan sasaran tersebut, Kemenperin terus memperkokoh ekosistem upaya agar sektor pengolahan dapat melaju lebih cepat.

"Kita menargetkan agar pertumbuhan industri lebih tinggi lagi, melampaui pertumbuhan ekonomi. Kenapa? Karena industri inilah sebenarnya nan menggerakkan pertumbuhan ekonomi," kata Sarmuji dalam keterangan resmi dikutip Senin (12/10/2026).

Sarmuji memaparkan bahwa lompatan kontribusi industri sangat krusial dalam memperkuat postur perekonomian, menciptakan nilai tambah komoditas di dalam negeri, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

"Kita mau industri kita bangkit kembali. Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya," tegasnya.

Ia mengambil komparasi dengan kejadian di negara-negara maju, tempat pangsa industri memang kerap menyusut seiring kekuasaan sektor jasa. Kendati demikian, peralihan di negara maju terjadi pasca-industri mereka menginjak fase kematangan, bukan dipicu oleh kerapuhan manufaktur. 

Sehingga, kata Sarmuji, mengingatkan agar geliat manufaktur domestik tidak melandai sebelum menyentuh fase matang tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑