Jakarta -
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini melakukan pertemuan dengan Governor of South Australia, Frances Adamson AC. Pertemuan ini membahas reformasi sektor publik, peningkatan kapabilitas dan tata kelola, serta transformasi digital sektor publik.
"Pertemuan dengan Ambassador Brazier, Gubernur Adamson, dan Profesor Stirling dari Flinders University adalah kesempatan nan sangat istimewa. Lewat pertemuan ini, kami dapat saling berganti pandangan mengenai hal-hal nan menjadi mutual interest antara Indonesia dan Australia," ujar Rini dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Hal tersebut disampaikannya dalam Diplomatic Lunch Hosted by the Australian Ambassador in Honour of the Governor of South Australia di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini menjelaskan dalam agenda transformasi digital nasional, penguatan kapabilitas SDM menjadi aspek nan sama pentingnya dengan pengembangan teknologi. Untuk itu, Indonesia berfokus pada peningkatan kompetensi lebih dari 6,7 juta ASN, terutama dalam literasi digital, pengambilan keputusan berbasis data, kajian kebijakan, manajemen publik nan adaptif, dan mobilitas talenta.
Ia menilai kesempatan kemitraan dengan universitas-universitas kelas bumi perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kapabilitas pemimpin sektor publik melalui program pendidikan eksekutif, program magister, sertifikasi profesional, dan mikro-kredensial nan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Selain itu, potensi kerjasama nan lebih erat antara lembaga pemerintah Indonesia dan universitas Australia juga menjadi langkah krusial dalam menyiapkan talenta kepemimpinan sektor publik nan unggul.
Pada kesempatan itu, Rini juga memaparkan urgensi support terhadap peran ASN wanita sebagai upaya membangun birokrasi nan inklusif dan adaptif.
Ia juga menegaskan empat pendekatan nan perlu terus didorong. Pertama, legislasi dan kebijakan nan berpihak dan adil. Kedua, transformasi budaya organisasi. Ketiga, keteladanan kepemimpinan. Keempat, penguatan semangat women support women melalui jejaring, mentoring, dan coaching nan terstruktur.
Lebih lanjut, Rini menegaskan Pemerintah Indonesia terus memastikan hasil reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata. Dalam perihal ini, penguatan kapabilitas pemerintah wilayah menjadi agenda strategis, mengingat lebih dari 6,7 juta ASN berkedudukan langsung dalam penyelenggaraan jasa publik di seluruh Indonesia.
"Indonesia meyakini bahwa transformasi digital kudu tetap berdasarkan pada kebutuhan masyarakat. Oleh lantaran itu, pemanfaatan teknologi diarahkan untuk menghadirkan pelayanan publik nan lebih mudah diakses, lebih inklusif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan warga," ungkap Rini.
Indonesia memandang Australia sebagai mitra strategis nan mempunyai hubungan erat dan saling menguntungkan, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat.
Rini menyebut pertemuan ini menjadi wadah krusial untuk memperkuat pemahaman berbareng sekaligus mengeksplorasi beragam kesempatan kerja sama ke depan.
"Di tengah perubahan nan semakin cepat, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika ekonomi dan sosial, saya meyakini bahwa Indonesia dan Australia mempunyai kesempatan besar untuk bekerja sama lebih erat dalam reformasi sektor publik, pemerintahan digital, pengembangan pemimpin masa depan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," pungkasnya.
(ega/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·