Menlu Sugiono Dorong Kerja Sama Energi di KTT ASEAN-Rusia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dalam upacara penyambutan resmi para kepala delegasi nan berperan-serta dalam KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, Rabu (17/6/2026). Foto: Anastasia Barashkova/Reuters

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendorong penguatan kerja sama daya antara ASEAN dan Rusia saat menyampaikan pernyataan Indonesia dalam sidang pleno ASEAN-Russia Commemorative Summit di Kazan, Rusia, Kamis (18/6).

Sugiono datang mewakili Presiden Prabowo Subianto nan berhalangan menghadiri pertemuan tersebut lantaran kudu menangani urusan dalam negeri.

Dalam pidatonya nan dirilis laman resmi Kemlu RI, Sugiono menilai Rusia dapat menjadi mitra krusial bagi ASEAN dalam memperkuat ketahanan daya di tengah ketidakpastian global.

"Sebagai produsen daya utama, Rusia dapat menjadi mitra krusial dalam memperkuat ketahanan daya ASEAN," kata Sugiono.

Ia mengatakan Indonesia saat ini tengah mempercepat pengembangan daya terbarukan dan menargetkan swasembada daya dalam tiga tahun ke depan.

Sugiono juga menyebut Indonesia membuka kesempatan kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir sipil secara kondusif dan damai.

"Pengalaman luas Rusia di bagian ini menjadi landasan nan kuat untuk kerja sama. Kami menginginkan kemitraan nan dibangun di atas transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan standar keselamatan internasional tertinggi," ujarnya.

Selain energi, Sugiono menekankan pentingnya kerja sama di sektor pangan mengingat Rusia merupakan salah satu produsen utama gandum dan pupuk dunia.

"Kita kudu bekerja sama untuk memastikan pasokan nan stabil dan dapat diprediksi bagi pasar ASEAN," ungkapnya.

Para pemimpin negara dan delegasi berpotret berbareng saat KTT Rusia-ASEAN nan memperingati 35 tahun kerja sama antara Rusia dan negara-negara ASEAN di Kazan, Rusia, Kamis (18/6/2026). Foto: Alexander Nemenov/REUTERS

Dalam kesempatan nan sama, Sugiono juga menyinggung perkembangan geopolitik dunia dengan menyambut kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran nan bermaksud meredakan bentrok di Timur Tengah.

"Kami menyambut penandatanganan MoU antara AS dan Iran menuju deeskalasi dan penyelesaian bentrok secara damai. Ini menunjukkan bahwa perbincangan tetap menjadi jalan nan paling efektif," kata dia.

Meski demikian, Indonesia menegaskan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan nan tetap berjalan di Palestina dan menyerukan upaya berbareng untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Pertemuan di Kazan digelar untuk memperingati 35 tahun hubungan ASEAN-Rusia, sekaligus membahas penguatan kerja sama di bagian energi, pangan, ekonomi, dan stabilitas kawasan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan