Menkop Resmikan Koperasi Laskar Juang Indonesia, Usung Semangat Berdikari

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi merupakan ujung tombak dalam melakukan transformasi ekonomi pancasila. Sistem ekonomi gotong royong dinilai paling sesuai dengan jiwa dan konstitusi UUD 1945, khususnya Pasal 33.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan kemauan kuat untuk melakukan transformasi ekonomi kembali ke Ekonomi Pancasila. Kami di Kementerian Koperasi mendapatkan amanah besar lantaran koperasi adalah ujung tombak dari transformasi ini," ujar Ferry dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026)

Hal itu dia katakan saat memberikan sambutan pada aktivitas Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan Malam Budaya memperingati Hari Lahir Bung Karno di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat (5/6) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mengusung nilai luhur, Ferry mengakui tantangan di lapangan tidak ringan. Salah satu halangan nyata saat ini adalah maraknya gempuran produk impor, mulai dari kain hingga busana bekas.

Sebagai solusi konkret, Ferry mendorong Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia bekerja-sama aktif dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna membangun ekosistem produksi nan mandiri.

"Saya mendorong Koperasi Laskar Juang untuk menginisiasi pembukaan lahan perkebunan kapas sendiri, pabrik tekstil, hingga garmen. Kita kudu bisa memproduksi bahan baku secara berdikari melalui badan upaya koperasi," jelasnya.

Senada dengan Ferry, Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan bahwa koperasi bukan sekadar tempat mencari untung finansial belaka.

"Koperasi ini lahir bukan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memperkuat rakyat. Ini adalah perangkat perjuangan ideologis untuk membangun kedaulatan ekonomi nan bertumpu pada kepemilikan bersama," kata Rieke.

Memanfaatkan momentum menyambut Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, Rieke mengingatkan kembali petunjuk Sang Proklamator pada tahun 1965 bahwa koperasi adalah sekolah gotong royong dan solidaritas. Koperasi kudu datang mengorganisir petani, nelayan, UMKM, hingga generasi muda agar mempunyai daya tawar tinggi di tengah kekuasaan modal besar.

"Target utama kita ke depan adalah memutus ketergantungan terhadap luar negeri. Kita kudu bisa memproduksi, mengolah, dan menguasai rantai nilai ekonomi sendiri. Inilah prinsip sejati dari semangat 'Berdikari', berdiri di atas kaki sendiri," tegasnya.

Komitmen Wastra Bali Menembus Pasar Global

Pada kesempatan nan sama, geliat ekonomi imajinatif tersebut disambut baik oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) APPMI Provinsi Bali. Ketua BPD APPMI Bali terpilih, Kadek Wira Dika berkomitmen penuh untuk membawa wastra tradisional unik Pulau Dewata menembus pasar mode internasional.

"Bali memikul tanggung jawab besar untuk mengangkat kearifan lokal, khususnya melestarikan dan mengembangkan wastra seperti endek, tenun, dan songket agar semakin mendunia," ungkap Kadek Wira dalam sambutan perdana usai dilantik.

Kadek Wira juga menyampaikan apresiasi kepada Rieke Diah Pitaloka atas akomodasi dan support penuh terhadap pelantikan pengurus baru ini. Ia membujuk seluruh perancang di Bali menjadikan asosiasi ini sebagai wadah produktif.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News