Menkomdigi Sebut Radikalisme Mulai Menyusup di Ruang Digital

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Menkomdigi Sebut Radikalisme Mulai Menyusup di Ruang Digital

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menegaskan bahwa radikalisasi di ruang digital tidak selalu dimulai dengan rayuan melakukan kekerasan. Proses tersebut dapat berasal dari hubungan sederhana, support personal, percakapan dalam permainan daring, hingga rekomendasi konten nan terus berulang lantaran kerja algoritma.

“Ketika kekuatan narasi di era digital berasosiasi dengan kekuatan algoritma untuk sesuatu nan buruk, dampaknya bakal termultiplikasi,” kata Meutya dalam sebuah obrolan dikutip, Jumat (31/7/2026).

Menurut Meutya, perpaduan narasi ekstrem dan algoritma dapat menciptakan ilusi bahwa info nan terus muncul di layar merupakan kebenaran. Fakta kemudian kalah oleh emosi, keyakinan, dan paparan berulang nan membentuk situasi post-truth.

Dijelaskannya, proses radikalisasi tidak terjadi secara instan. Pendekatan dapat dimulai dari uluran tangan, pemberian bantuan, pengobatan, pelunasan utang, hingga janji memperoleh pendidikan alias kehidupan nan lebih baik.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, jaringan mulai memasukkan narasi ideologis dan mengarahkan korban pada tindakan nan bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Meutya juga meminta orang tua mencermati perubahan pola komunikasi anak. Dampak paparan konten rawan tidak selalu terlihat dalam satu alias dua hari, tetapi dapat terbentuk perlahan selama berbulan-bulan apalagi bertahun-tahun.

“Anak nan biasanya bercerita dari A sampai Z, perlahan hanya bercerita dari A sampai G. Kemudian berkurang menjadi A sampai C, sampai akhirnya tidak menceritakan apa pun kepada orang tuanya,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com