Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan dukacita kepada para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia memastikan sebanyak 86% BTS nan terdampak gempa sudah dipulihkan.
"Kami turut bersungkawa cita atas musibah nan terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa jasa telekomunikasi mempunyai peran nan sangat krusial bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana," kata Meutya dalam keterangan, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meutya menegaskan Komdigi terus mengawal pemulihan jasa telekomunikasi nan terdampak gempa NTT. Berdasarkan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), terdapat 794 site/BTS nan teridentifikasi terdampak gempa di 11 kabupaten/kota per Minggu (16/8) pukul 18.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 683 site/BTS alias 86,02 persen telah pulih, sedangkan 111 site/BTS alias 13,98 persen tetap dalam proses pemulihan. Sebanyak tiga kabupaten/kota telah pulih sepenuhnya.
"Sejak terjadinya gempa, Komdigi berbareng penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS nan terdampak, sebanyak 683 site/BTS alias 86,02 persen telah kembali beroperasi," jelas Meutya.
"Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh jasa di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah nan tetap mengalami gangguan," lanjutnya.
Menurut hasil identifikasi industri telekomunikasi, gangguan nan terjadi sejak awal musibah didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik (power failure) pada 701 site/BTS. Selain itu, terdapat 93 site/BTS nan mengalami gangguan pada jaringan transmisi.
"Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak mengenai agar site nan tetap terdampak dapat segera kembali beroperasi," terang Meutya.
Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau perkembangan kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak.
Pemantauan difokuskan pada percepatan pemulihan 111 site/BTS nan tetap mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak nan tetap tinggi.
"Kehadiran jaringan komunikasi di tengah musibah bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses jasa darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian krusial dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana," ujarnya.
Meutya juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti info dan pengarahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana.
Adapun dari sejumlah wilayah nan jasa telekomunikasinya terdampak lantaran gempa, tiga kabupaten saat ini telah pulih sepenuhnya ialah Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.
Sementara itu, delapan kabupaten tetap mempunyai site/BTS dalam proses pemulihan dengan rincian:
• Manggarai Timur: tersisa 32 site/BTS, tingkat pemulihan 57,33 persen;
• Manggarai: tersisa 27 site/BTS, tingkat pemulihan 82,35 persen;
• Nagekeo: tersisa 19 site/BTS, tingkat pemulihan 76,25 persen;
• Ende: tersisa 11 site/BTS, tingkat pemulihan 89,52 persen;
• Ngada: tersisa 10 site/BTS, tingkat pemulihan 87,18 persen;
• Sikka: tersisa 7 site/BTS, tingkat pemulihan 94,07 persen;
• Manggarai Barat: tersisa 4 site/BTS, tingkat pemulihan 96,36 persen; dan
• Flores Timur: tersisa 1 site/BTS, tingkat pemulihan 97,56 persen.
(fca/fca)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·