Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator bagian Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago menyebut tidak ada penyekatan massa nan dilakukan abdi negara keamanan mengenai tindakan 27 Agustus nan digelar aliansi masyarakat Pati dkk di depan kompleks instansi wakil rakyat, Jakarta, Kamis (27/8) hari ini.
"Penyekatan itu enggak ada ya, masa penyekatan orang menyampaikan aspirasi disekat. Enggak, enggak ada, silakan datang," kata Djamari kepada wartawan di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Dia pun memastikan prajurit TNI bakal membantu kepolisian dalam pengamanan tindakan nan digelar di depan gedung DPR/DPD/MPR RI tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djamari menerangkan aparat--baik dari Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya--bakal memberikan pelayanan dan pengamanan untuk tindakan demo hari ini. Termasuk, mengatur arus lampau lintas jika terjadi kemacetan imbas tindakan demo.
Djamari menyebut pengaturan maupun rekayasa lampau lintas ini dilakukan untuk memastikan agar aktivitas masyarakat nan tidak mengikuti tindakan demo tetap bisa melangkah normal.
"Kalau misalnya ada pengaturan lampau lintas itu memudahkan, memudahkan jangan sampai ada masyarakat kita nan menyampaikan aspirasinya tapi juga nan tidak menyampaikannya juga kudu kita lindungi agar tetap lancar kebutuhan mereka," ucap dia.
Lebih lanjut, Djamari juga membujuk semua pihak untuk sama-sama menjaga situasi di Jakarta agar tetap aman. Meskipun, berasas laporan bakal ada 86 titik tindakan unjuk rasa di wilayah Jakarta hari ini.
"Mari kita sama-sama menjaga Jakarta tetap aman, negeri kita juga banyak. Jangan cemas dengan jumlah itu lantaran setiap hari unjuk rasa seperti di Indonesia banyak. Bahkan hari ini ada berapa titik, Pak Kapolda [Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri] ya? Ada 86 titik di seluruh Indonesia untuk menyampaikan, di Jakarta. Di Jakarta saja sudah sekian banyak," tutur pensiunan jenderal TNI tersebut.
Diketahui, sejumlah golongan masyarakat direncanakan bakal menggelar akso demo di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis hari ini. Salah satu komponen nan terlibat ialah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Sejumlah tuntutan bakal disampaikan dalam tindakan tersebut, di antaranya mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perampasan Aset hingga penerapan balasan maksimal termasuk pidana meninggal bagi koruptor.
Sebanyak 18.504 personel disiapkan untuk mengamankan tindakan unjuk rasa nan digelar di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis.
"Kami datang untuk memberikan rasa kondusif dan nyaman kepada seluruh masyarakat nan menyampaikan aspirasi. Anggota nan bekerja tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," kata Reynold dalam keterangannya, Kamis.
Sementara itu di luar Jakarta, polisi disebut dikerahkan untuk menyekat demi mencegah massa berasosiasi dengan tindakan di depan DPR hari ini.
Polresta Tangerang menerjunkan sekitar 200 personel campuran untuk melakukan patroli dan penyekatan pergerakan terhadap massa tindakan 27 Agustus nan bakal menuju Jakarta melalui gerbang tol hingga stasiun kereta untuk menggelar tindakan di Gedung DPR RI, hari ini.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian di Tangerang, Kamis mengatakan langkah preventif itu difokuskan pada titik-titik rawan, mulai dari jalur perbatasan hingga area stasiun kereta api.
"Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa nan bakal ke Jakarta, unik wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, nan ikut aksi," katanya.
Ia mengatakan untuk pola penyekatan dan pengamanan terhadap pergerakan massa tindakan dipetakan di sejumlah titik krusial nan disinyalir menjadi jalur mobilitas, khususnya para remaja dan pelajar.
Fokus penyekatan dan pemantauan ketat dilakukan di beberapa letak strategis seperti di jalur perbatasan Gumarang (antara Tangerang dan Curug), akses Tol Metro, serta pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur, Kedaton hingga jalur arteri di Binuang.
Kemudian, pengawasan juga dilakukan di Stasiun Daru, Stasiun Tiga Raksa, dan Stasiun Cikoya. Selanjutnya, penempatan personel campuran di beragam objek vital serta area terminal guna mencegah tindakan mobilitas massa menuju Jakarta.
"Untuk memaksimalkan pengamanan, Polresta Tangerang tidak bekerja sendiri. Sebanyak 200 personel kepolisian didukung oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli skala besar," kata Raden.
Meskipun pengamanan diperketat, pihak kepolisian tetap mengedepankan tindakan persuasif melalui imbauan kepada para remaja agar tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta.
(dis/kid)
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·