Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia terus berupaya maksimal dalam menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Upaya nan dilakukan dikatakan berkarakter terpusat.
"Bahwa upaya-upaya masif nan dilakukan oleh pemerintah terus dilakukan, khususnya di daerah-daerah alias provinsi-provinsi nan mengalami kejadian ataupun karhutla," kata Sugiono dalam konvensi pers di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).
Sugiono menyebut pemerintah pusat juga telah mengirim support ke pemerintah wilayah dalam penanganan Karhutla ini. Terkait kenapa belum ditetapkan musibah nasional, Sugiono menegaskan penanganan karhutla berkarakter nasional apapun statusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mana juga tadi juga saya sampaikan bahwa pemerintah pusat juga telah memberikan support kepada pemerintah provinsi dan kabupaten nan terdampak. Jadi terlepas dari status, saya kira upaya nan kita lakukan adalah upaya nan sifatnya nasional. Itu nan pertama," ucapnya.
Sugiono menegaskan bahwa pemerintah tidak lambat menangani karhutla ini. Dirinya menjelaskan karhutla belum usai lantaran banyak aspek lainnya, salah satunya kondisi alam.
"Kalau dibilang tadi lambat, saya kira pemerintah tidak lambat. Banyak aspek nan menyebabkan keadaan ini tetap berlangsung. Selain kondisi kekeringan akibat El Nino nan juga berpengaruh, tetapi nan terbesar adalah bahwa karhutla ini merupakan suatu keadaan nan pemicu utamanya adalah aktivitas manusia," tuturnya.
Sugiono menuturkan kerjasama antar pihak diperlukan untuk menangani karhutla ini. Dirinya menyebut pemerintah juga bakal bekerja-sama dengan bumi akademik dalam penanganan karhutla.
"Oleh lantaran itu, kerjasama dari beragam unsur nan ada, baik itu pemerintah, dalam perihal ini BNPB, TNI-Polri, pemerintah daerah, kemudian masyarakat setempat, dan juga relawan-relawan merupakan sesuatu nan diperlukan dalam rangka mengatasi semua ini," imbuhnya.
(ial/dwr)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·