Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat memasok obat-obatan dari toko obat hingga puskesmas agar lebih terjangkau bagi masyarakat pedesaan.
Budi menyebut Kemenkes bakal memudahkan izin dan perizinan agar KDMP bisa segera beraksi di area pedesaan dan berkoordinasi dengan pihak pos kesehatan desa (poskesdes) dan puskesmas pembantu (pustu).
"Kita juga buka dan permudah adalah gimana bisa berasosiasi dengan apotek-apotek alias klinik-klinik nan ada di level kota jika mereka mau mendistribusikan jasa dan produknya sampai ada di desa-desa," jelas Budi saat ditemui di instansi Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (28/7).
Menurut Budi, KDMP dapat berkoordinasi dengan poskesdes di bawah Kementerian Desa nan sudah ada di 85.000 desa, kemudian juga puskesmas pembantu sekitar 60.000 di desa-desa nan dinaungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dia menuturkan kedua akomodasi kesehatan tersebut berkarakter cuma-cuma dibiayai BPJS Kesehatan dengan anggaran pemerintah wilayah alias APBD.
"Koordinasi jasa kesehatan ini bisa diberikan secara komplementer, lantaran memang layanan-layanan kesehatan nan diberikan oleh poskesdes dan puskesmas pembantu itu di level desa sifatnya cuma-cuma dan pembiayaannya berasal dari BPJS dan juga anggaran pemerintah daerah," tutur Budi.
Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan KDMP dapat memotong rantai pasok sembako dari delapan menjadi tiga, dan dapat memutus untung tengkulak (middleman) hingga Rp 263 triliun.
"Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat. Kami pernah hitung sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan untung Rp 313 triliun, katakanlah koperasi dapat Rp 50 triliun saja, artinya ada Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani," tutur Amran.
Sehingga efektifitas itu bisa menurunkan nilai komoditas sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Nantinya, untung Rp 263 triliun bisa berputar di pedesaan. Selain menjual sembako, Amran juga menyebut KDMP juga bisa memasarkan pupuk subsidi dan gabah.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menambahkan bahwa KDMP dapat menjual hasil perikanan langsung dari nelayan, sekaligus menjual barang-barang pendukung nan dibutuhkan nelayan.
"Nanti koperasi sebagai offtaker dari seluruh produk perikanan, dan sekaligus menyediakan seluruh kebutuhan produksi dari nelayan waktu dia melaut, ialah adalah es, kemudian SPBN, kebutuhan logistik dan seterusnya, sehingga kualitas hasil tangkapannya juga menjadi nan prima," jelas Trenggono.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·