Cole Thomas Allen, pelaku penembakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada aktivitas Gala Media di Washington Hilton, rupanya sempat selfie apalagi sempat mencari tahu keberadaan Trump sebelum beraksi. Hal ini disampaikan jaksa penuntut, Rabu (29/4).
Dilansir AFP, Cole Allen bertindak pada pukul 21.30 waktu setempat. Ia turun dari kamarnya di Washington Hilton, menuju ke ballroom tempat Trump dan sejumlah pejabat menghadiri gala media.
Sebelum turun, Allen menghabiskan beberapa waktu terakhir untuk membuka website dan mengecek keberadaan Trump. Ia lampau mempersenjatai diri, membawa sarung senjata, pisau, dan mengenakan dasi merah.
Lalu, di depan cermin dia mengambil mirror selfie dengan handphonenya.
Begitu keluar dari ruangan, Allen mengirim email teragendakan kepada kawan dan keluarganya. Isinya; menjelaskan kenapa dia kudu menembak Trump.
Laporan ini terungkap dari berkas nan diserahkan jaksa penuntut ke Pengadilan Federal Washington.
"Pengadilan kudu menahan terdakwa sembari menunggu persidangan," kata berkas jaksa.
"Sebab, terdakwa punya pandangan politis nan memicu tindak kriminal. Terdakwa bakal terus punya motivasi melakukan pidana selama dia tak setuju dengan pemerintah," kata berkas tersebut.
Jaksa juga menyebut, dia pergi dari California ke Washington dengan sejumlah senjata; shotgun, pistol, dan sejumlah pisau.
Setiba di hotel Washington Hilton, Allen sebetulnya terkejut lantaran lemahnya pengawasan.
"Aku membawa sejumlah senjata, dan tak ada seorang pun di sini nan merasa saya menebar ancaman," tulis Allen, dalam memo nan disertakan dalam berkas jaksa.
Isi Email ke Keluarga
Kepada kawan dan keluarganya, Allen menjelaskan bahwa dia mengincar sejumlah pejabat Trump.
"Aku mengincar orang dengan kedudukan nan paling tinggi sampai paling rendah," katanya dalam surat itu.
Ia juga berharap, tak membunuh Secret Service yang mengawal Trump, alias abdi negara penegak norma sampai tamu-tamu hotel.
Lalu, mendekati ballroom, Cole melepas mantel panjangnya dan lari menembus penjagaan metal detector. Saat itu, dia sudah mempersiapkan shotgunnya.
Ia melepaskan tembakannya ke arah tangga menuju ballroom. Lalu, seorang Secret Service menembaki Colle lima kali, tapi tak satu pun tembakan itu mengenai Cole, nan jatuh kemudian diringkus.
"Terdakwa mengalami luka ringan di lututnya, tapi bukan luka tembakan," kata berkas jaksa.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·