Menhut Raja Antoni Minta tak Land Clearing: Kondisi Bukan Musim Kering Biasa

Sedang Trending 58 menit yang lalu
 Kondisi Bukan Musim Kering Biasa Menhut Raja Antoni (tengah).(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing alias pembukaan lahan dengan langkah membakar di tengah kondisi cuaca nan dinilai sangat berisiko terhadap kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Dia menegaskan kondisi saat ini bukan musim kering biasa lantaran Indonesia tengah menghadapi El Niño nan sangat kuat.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah wilayah sangat menghargai apa nan disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, alias tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun minta sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Menhut Raja Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8).

Menhut Raja Antoni meminta masyarakat menunda pembakaran lahan untuk membuka kebun dalam kondisi saat ini. Menurutnya, kondisi El Niño nan sangat kuat membikin api sekecil apa pun berisiko memicu karhutla.

“Oleh lantaran itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” ujarnya.

Dia mengingatkan ancaman tersebut tidak hanya berasal dari pembakaran lahan. Raja Antoni menyebut puntung rokok hingga obat nyamuk juga dapat menjadi sumber api nan rawan dalam kondisi kering saat ini.

“Tapi kebenaran di lapangan ya, kebenaran di lapangan menunjukkan bahwa api sekecil apa pun, apalagi puntung rokok, apa namanya, obat nyamuk ya, apalagi api unggun dan lain sebagainya itu sangat rawan pada masa sekarang ini,” katanya.

Menhut Raja Antoni juga meminta para pejabat dan politisi di Pontianak, Kalimantan Barat, maupun wilayah lainnya tidak mempolitisasi persoalan land clearing secara berlebihan. Dia mengatakan pemerintah dan masyarakat mempunyai tujuan nan sama, ialah mencegah karhutla menimbulkan akibat negatif bagi masyarakat. “Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita mau karhutla ini tidak mengakibatkan akibat negatif kepada masyarakat kita,” kata Raja Antoni.

Dia menegaskan kebijakan pemerintah mengenai pengendalian karhutla tetap memperhatikan kearifan lokal. “Sekali lagi bukan kita tidak peduli dengan kearifan lokal, kita sangat peduli kearifan lokal,” ujarnya.

Raja Antoni kembali membujuk masyarakat untuk tidak melakukan land clearing dengan pembakaran selama kondisi cuaca tetap berisiko tinggi. “Oleh lantaran itu sekali lagi, hentikan politisasi, dan mari ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa susah ini,” tegasnya. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia