Menhub Ungkap Alasan Bandara Soetta Belum Dibuka meski Paper Test 4 Kali Negatif

Sedang Trending 42 menit yang lalu
Sejumlah penumpang mendatangi meja info untuk mendapatkan info mengenai penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan tetap berjalan hingga Selasa (8/9) pagi. Pemerintah tetap melakukan pemantauan dan pengetesan untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman.

Dudy mengatakan, berasas pembaruan terakhir nan diterima pada pukul 12.30 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau pada pukul 12.10 WIB di ketinggian 15.000 kaki.

“Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pukul 12.10 pada ketinggian 15.000 feet bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots dengan intensitas tetap,” kata Dudy saat rapat terbatas (ratas) penanganan musibah secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), Dudy mengatakan sebaran abu vulkanik diperkirakan tetap terjadi hingga pukul 23.10 UTC alias 06.10 WIB pada Selasa (8/9).

“Namun demikian berasas Volcanic Ash Advisory Center menyampaikan forecast bahwa sebaran abu vulkanik tetap diperkirakan terjadi sampai dengan pukul 23.10 UTC alias 06.10 WIB pada tanggal 8 September,” ujarnya.

Menhub Dudy Purwagandhi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Paper Test Soetta 4 Kali Negatif

Dudy mengatakan pengetesan abu vulkanik telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak empat kali. Hasilnya, tidak ditemukan abu vulkanik dalam pengetesan tersebut.

“Bandara Soekarno-Hatta sudah kami lakukan sebanyak empat kali pengetesan alias paper test dan kami temukan hasilnya negatif,” kata Dudy.

Meski demikian, pemerintah belum langsung membuka Bandara Soekarno-Hatta. Dudy mengatakan pihaknya tetap mau memastikan kondisi betul-betul kondusif sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, kehati-hatian diperlukan lantaran arah angin dapat berubah. Dia mencontohkan kondisi pada hari sebelumnya ketika arah pergerakan angin mengalami perubahan.

“Kami mau memastikan betul mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin nan semula bergerak ke arah timur dari barat kemudian bergerak ke arah timur,” ujarnya.

“Kami mau memastikan lagi, Bapak Presiden, sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta alias airport nan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau,” sambung Dudy.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan