
Menhub (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta tambahan anggaran sebesar Rp20,11 triliun untuk tahun 2027. Sebab tetap terdapat sejumlah program nan tetap kurang mendapatkan pembiayaan.
Menhub Dudy menjelaskan, pada tahun 2027 Kementerian mendapatkan pagu sugestif sebesar Rp28,34 triliun saja. Namun jumlah dinilai tetap kurang untuk support keselamatan sebesar Rp7,98 triliun, support pelayanan sebesar Rp9,17 triliun, jasa keperintisan sebesar Rp957 miliar, dan shopping pegawai sebesar Rp2 triliun.
"Kementerian Perhubungan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp20,11 triliun nan dilakukan untuk memastikan terpenuhinya aset keselamatan, konektivitas wilayah, serta keberlangsungan untuk kementerian," ujarnya dalam Raker Bersama Komisi V DPR RI, Rabu (17/6/2026).
Menhub memaparkan, Berdasarkan surat berbareng Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas, pagu sugestif Kemenhub tahun 2027 sebesar Rp28,34 triliun terdiri atas shopping non-operasional Rp20,88 triliun alias 73,65 persen, shopping pegawai Rp5,03 triliun alias 17,75 persen, dan shopping peralatan operasional Rp2,43 triliun alias 8,6 persen.
Dari sisi sumber pendanaan, alokasi terbesar berasal dari rupiah murni sebesar Rp15,05 triliun alias 53,1 persen. Sisanya berasal dari pinjaman luar negeri Rp4,77 triliun, PNBP Rp3,87 triliun, badan jasa umum (BLU) Rp2,42 triliun, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp2,21 triliun, serta hibah luar negeri sebesar Rp980 juta.
Dudy mengungkapkan, jika dibandingkan dengan indikasi pendanaan dalam Rencana Strategis Kemenhub 2025-2029, pagu sugestif 2027 tetap mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp17,87 triliun alias 38,67 persen. Sementara dibandingkan kebutuhan aktual tahun 2027 sebesar Rp55,16 triliun, terdapat selisih alias gap anggaran mencapai Rp26,82 triliun alias 48,62 persen.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·