ilustrasi penutupan airport nan tedampak erupsi Gunung Anak Krakatau.(MI/Hery Susetyo)
MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta maskapai mempercepat proses pengembalian biaya alias refund tiket bagi penumpang nan terdampak pembatalan penerbangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi tersebut memicu sebaran abu vulkanik nan berakibat terhadap operasional sejumlah bandara.
Dudy mengatakan maskapai juga diminta segera menyampaikan info pembatalan penerbangan kepada penumpang. Hal ini dilakukan agar penumpang tidak perlu datang langsung ke airport untuk mendapatkan info maupun mengurus pengembalian tiket.
"Kami sudah meminta kepada pihak airlines untuk menyegerakan info tersebut disampaikan kepada para penumpang," ujar Dudy dalam konvensi pers secara daring, Minggu (6/9).
Menurutnya, proses refund dapat dilakukan secara elektronik dengan penumpang menyampaikan info pribadi nan diperlukan kepada maskapai. Data tersebut dapat berupa alamat email maupun nomor telepon nan dapat dihubungi. "Pembatalan alias refund dapat dilakukan secara elektronik, sehingga para penumpang tidak perlu datang ke bandara," katanya.
Dudy menuturkan, penutupan sementara sebelumnya dilakukan terhadap lima bandara, ialah Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Pondok Cabe dan Bandara Budiarto di Tangerang.
Namun, berasas hasil pemantauan terbaru, penutupan juga diberlakukan terhadap Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pengetesan terhadap kondisi abu vulkanik di sekitar airport pada pukul 12.00 WIB. "Berdasarkan info nan kami peroleh dengan melakukan tes pukul 12.00, Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasi sudah terdampak," ujar Dudy.
Dengan kondisi tersebut, Bandara Husein Sastranegara ditutup untuk penerbangan mulai pukul 12.00 WIB. Pemerintah terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik untuk menentukan langkah selanjutnya. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia), PT Angkasa Pura Indonesia, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan lainnya. "Kami selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk senantiasa melakukan pembaruan berasas kondisi abu vulkanik," kata Dudy.
Dengan kondisi tersebut, Bandara Husein Sastranegara dinyatakan ditutup untuk penerbangan mulai pukul 12.00 WIB. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Kami selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, BMKG, PVMBG, AirNav, Angkasa Pura, airlines, dan stakeholder lainnya untuk senantiasa melakukan pembaruan berasas kondisi abu vulkanik," kata Dudy. (Ins/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·