Kementerian Perhubungan menyoroti soal keselamatan di perlintasan sebidang imbas tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu bermulai ketika adanya taksi mogok di perlintasan nan kemudian ditabrak oleh KRL dan memicu tabrakan lainnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara tegas melarang penduduk untuk menerobos palang perlintasan resmi maupun nekat membuka kembali perlintasan liar nan sudah ditutup oleh pemerintah.
"Jika ada perlintasan-perlintasan nan sudah dijaga, sudah dipasang alatnya, jangan dilanggar. nan ditutup, nan kami sudah tutup lantaran tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, minta jangan dibuka lagi," ucap Menhub Dudy saat konvensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Dudy menegaskan bahwa pihaknya tidak bakal memberikan toleransi sekecil apa pun mengenai pelanggaran di area perlintasan kereta api. Mengingat sedikit saja aspek keselamatan diabaikan, dampaknya bisa sangat fatal.
"Untuk keselamatan tidak ada kompromi. Seperti nan saya sampaikan tadi, tidak ada toleransi, tidak ada kompromi," tegasnya.
Kecelakaan beruntun nan melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Insiden ini bermulai ketika ada sebuah taksi nan mogok di perlintasan sebidang wilayah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut mengalami persoalan listrik. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Imbas kecelakaan itu membikin satu rangkaian KRL arah Cikarang menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL ini nan kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·